Timnas Indonesia resmi memasuki babak baru. PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala, sebuah keputusan yang langsung memantik harapan segar bagi arah permainan dan wajah skuad nasional ke depan.
Pergantian nahkoda ini bukan sekadar perubahan di pinggir lapangan. Herdman datang dengan filosofi berbeda menekankan detail, intensitas, dan performa nyata. Konsekuensinya jelas: seluruh komposisi pemain kembali terbuka untuk dievaluasi.
Di tengah dinamika tersebut, Persib Bandung mencuat sebagai salah satu klub dengan stok pemain yang dinilai siap bersaing di level internasional.
Pada periode sebelumnya, sejumlah pemain Maung Bandung rutin menghiasi daftar panggilan Timnas. Namun, era baru selalu membawa kemungkinan baru pula. Di bawah John Herdman, pemain yang sebelumnya jarang mendapat sorotan kini memiliki peluang yang sama, selama mampu menjawab tuntutan permainan.
Persib Bandung dalam Peta Timnas Era Baru
Pada era Patrick Kluivert, Persib Bandung tercatat sebagai salah satu penyumbang pemain terbanyak ke Timnas Indonesia. Nama-nama seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Marc Klok, hingga Beckham Putra Nugraha menjadi bagian penting dari skuad nasional.
Namun, pergantian pelatih otomatis mengubah peta persaingan. Herdman dikenal dengan pendekatan berbasis data dan performa aktual, bukan sekadar reputasi. Hal ini membuka pintu bagi wajah baru yang mampu menunjukkan konsistensi.
Menariknya, Persib tampil relatif stabil di berbagai kompetisi musim ini. Konsistensi tersebut menjadi modal kuat bagi para pemainnya untuk kembali masuk radar Timnas Indonesia.
Saddil Ramdani, Ancaman Nyata dari Sektor Sayap
Saddil Ramdani menjadi salah satu nama yang layak mendapat perhatian. Bersama Persib, winger berusia 27 tahun ini tampil konsisten di level domestik maupun Asia.
Di BRI Super League, Saddil mencatatkan 15 penampilan dengan kontribusi dua gol dan satu assist. Sementara di AFC Champions League Two, ia menambah satu gol dari lima pertandingan.
Lebih dari sekadar angka, Saddil menawarkan karakter pemain sayap modern cepat, agresif, dan berani mengambil duel satu lawan satu. Tipikal ini selaras dengan kebutuhan permainan dinamis yang berpotensi dikembangkan John Herdman di Timnas Indonesia.
Adam Alis, Kematangan yang Tak Bisa Diabaikan
Di lini tengah, Adam Alis menunjukkan peran yang semakin krusial. Gelandang berusia 32 tahun ini tampil matang, tenang, dan disiplin dalam mengatur tempo permainan Persib.
Keberadaannya kerap menjadi solusi ketika tim mengalami kebuntuan. Kolaborasinya bersama Thom Haye dan Marc Klok menghadirkan keseimbangan antara kreativitas dan stabilitas.
Salah satu momen paling mencolok terjadi saat Persib menghadapi Selangor FC di AFC Champions League Two. Masuk dari bangku cadangan, Adam Alis mencetak dua gol dan berperan besar dalam kemenangan dramatis 3-2 sebuah bukti bahwa pengalaman masih punya nilai tinggi.
Alfeandra Dewangga dan Grafik Menanjak
Nama lain yang tak kalah menarik adalah Alfeandra Dewangga. Musim ini, pemain berusia 24 tahun tersebut mulai menemukan ritme terbaiknya bersama Persib.
Dipercaya mengisi posisi bek kiri oleh pelatih Bojan Hodak, Dewangga menunjukkan perkembangan signifikan baik dalam bertahan maupun membantu serangan. Adaptasinya terbilang cepat.
Padahal, pada awal musim ia sempat kesulitan menembus tim inti. Setelah menunggu hingga 11 pertandingan, kesabaran itu akhirnya terbayar dengan kesempatan bermain reguler.
Dengan konsistensi yang terus meningkat, Dewangga kini layak kembali diperhitungkan. Peluangnya memperkuat Timnas Indonesia pun terbuka lebar seiring performa stabilnya bersama Persib Bandung.





