Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menarik perhatian publik saat hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, untuk menyaksikan laga Persija Jakarta kontra Madura United pada Jumat (23/1/2026). Kehadirannya menjadi sorotan di tengah pekan ke-18 BRI Super League 2025/26, sekaligus menandai momen pertama Herdman menonton liga domestik Indonesia secara langsung.
Duduk berdampingan dengan pemain anyar Persija, Shayne Pattynama, Herdman tampak serius mencermati setiap aksi di lapangan. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Persija, berkat dua gol penalti dari Gustavo Almeida dan Emaxwell Souza.
“Ya, itu pertandingan yang bagus, intensitasnya tinggi,” ujar Herdman kepada wartawan, mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas permainan kedua tim. Mantan pelatih Timnas Kanada ini mengaku terkesan dengan ritme cepat yang ditunjukkan sepanjang pertandingan, sesuatu yang menurutnya penting dalam membangun fondasi tim nasional yang kompetitif.
Pertama Kali Menyaksikan BRI Super League Secara Langsung
Kehadiran Herdman di GBK bukan hanya sebagai penonton biasa. Ia menyebut momen ini sebagai pengalaman baru yang menyenangkan, terutama karena atmosfer yang diciptakan The Jakmania, suporter fanatik Persija.
“Ini pertama kali saya nonton langsung BRI Super League, dan menyenangkan bisa mendengar serta merasakan kualitas para suporter,” ujar Herdman.
“Menurut saya, atmosfernya benar-benar seperti penonton sepak bola sesungguhnya. Ini pengalaman yang luar biasa,” tambahnya.
Atmosfer di tribun yang riuh dengan yel-yel, koreografi, dan dukungan nonstop membuat Herdman terpukau. Ia menilai semangat suporter menjadi salah satu elemen penting yang mampu mengangkat performa tim di lapangan.
Intensitas Tinggi Jadi Fokus Herdman
Selain sorotan pada dukungan suporter, Herdman juga memperhatikan ketahanan fisik para pemain. Ia mencatat bagaimana pemain kedua tim mampu menjaga performa di tengah cuaca yang cukup menantang, sekaligus menahan tekanan lawan dengan baik.
“Melihat langsung intensitas permainan di lapangan, terlihat para pemain mampu bertahan dengan baik,” katanya.
“Itu kabar baik bagi saya, karena saya suka sepak bola dengan intensitas tinggi. Ini penting untuk membangun tim nasional yang kompetitif,” tambah Herdman.
Herdman menegaskan bahwa pengalaman menonton langsung pertandingan lokal memberikan wawasan tambahan bagi dirinya. Ia bisa melihat karakter, strategi, dan mentalitas pemain Indonesia secara langsung, sesuatu yang tidak bisa didapatkan hanya dari tayangan televisi atau video rekaman.
Suasana GBK: Panggung Perhatian Dunia Sepak Bola
Kehadiran Herdman di GBK menjadi sinyal positif bagi sepak bola Indonesia. Selain menikmati kualitas permainan, ia juga menyaksikan bagaimana The Jakmania mampu menciptakan atmosfer kelas dunia, yang kerap menjadi faktor penting bagi performa tim tuan rumah.
Fenomena ini juga membuka diskusi mengenai potensi BRI Super League menjadi magnet bagi pelatih internasional. Herdman, dengan pengalamannya melatih Timnas Kanada, memberikan pandangan bahwa suasana tribun yang hidup dan kualitas permainan yang meningkat akan berdampak positif pada pertumbuhan sepak bola nasional.
“Atmosfer seperti ini menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia punya potensi besar. Ini bukan hanya soal pemain, tapi juga soal bagaimana suporter dan klub membangun ekosistem yang mendukung performa tinggi,” ujar Herdman.
Pesan Herdman untuk Sepak Bola Indonesia
Selain kagum dengan atmosfer, Herdman menekankan pentingnya intensitas, fisik, dan fokus mental dalam sepak bola. Menurutnya, hal-hal tersebut menjadi fondasi penting dalam mengembangkan kualitas pemain di level nasional.
“Kalau ingin berkembang di level internasional, semua elemen harus berjalan bersama: pemain, klub, dan suporter. Melihat langsung pertandingan seperti ini sangat membantu saya memahami karakter pemain dan liga,” jelas Herdman.
Momen ini sekaligus menjadi pengingat bagi penggemar sepak bola bahwa dukungan suporter dan atmosfer di stadion bukan hanya soal hiburan, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan kualitas pemain. Herdman percaya, kombinasi atmosfer kuat dan disiplin pemain dapat menjadi kunci keberhasilan Timnas Indonesia di masa depan.





