Beranda / SEPAK BOLA INDONESIA / Jonathans Prioritaskan Menit Bermain di Eredivisie

Jonathans Prioritaskan Menit Bermain di Eredivisie

Miliano Jonathans memilih bersikap realistis. Di tengah sorotan publik usai debutnya di Eredivisie, pemain muda Excelsior itu menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukan memburu panggilan timnas Indonesia, melainkan memantapkan karier di level klub dan mengamankan menit bermain reguler. Jonathans baru saja mencatatkan penampilan perdananya bersama Excelsior saat menghadapi Telstar dalam lanjutan Eredivisie Belanda pada 18 Januari 2026. Laga tersebut berakhir imbang 2-2, namun menjadi momen penting bagi Jonathans—sebuah langkah awal untuk bersaing di kompetisi tertinggi sepak bola Belanda. Alih-alih langsung membicarakan peluang kembali ke skuad Garuda, Jonathans memilih menahan ambisi jangka pendeknya. Baginya, konsistensi bermain di klub adalah fondasi utama untuk berkembang sebagai pemain profesional. “Saya benar-benar ingin kembali ke skuad. Selalu menjadi kehormatan membela negara saya,” ujar Jonathans. “Namun sekarang saya tidak memikirkan itu. Fokus saya hanya mendapatkan waktu bermain di Excelsior dan berkembang sebaik mungkin,” imbuhnya. Fokus Klub, Bukan Sekadar Panggilan Timnas Jonathans meyakini bahwa menit bermain di kompetisi Eropa memiliki peran besar dalam mematangkan kualitas permainan. Karena itu, ia belum menjadikan panggilan ke timnas senior Indonesia—yang kini ditangani John Herdman—sebagai prioritas utama. Pendekatan ini mencerminkan sikap dewasa seorang pemain muda yang memahami bahwa perkembangan jangka panjang lebih penting dibanding euforia sesaat. Baginya, tampil konsisten di Eredivisie adalah jalan terbaik untuk meningkatkan level permainan sekaligus memperbesar peluang di masa depan. Rekam Jejak Bersama Timnas Tetap Terjaga Meski fokusnya kini tertuju pada Excelsior, hubungan Jonathans dengan timnas Indonesia tetap terjaga dengan baik. Sejak resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Agustus 2025, ia telah mencatatkan empat caps bersama timnas senior. Debutnya terjadi dalam laga uji coba melawan China Taipei di era Patrick Kluivert. Setelah itu, Jonathans dipercaya tampil sebagai starter saat menghadapi Lebanon, serta turun bermain di kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain diaspora yang masuk radar timnas Indonesia. Popularitas Meningkat, Fokus Tetap di Lapangan Jonathans juga merasakan langsung besarnya antusiasme publik Indonesia. Ia mengakui dukungan suporter Tanah Air sangat masif dan berbeda dibanding atmosfer sepak bola di Belanda. Popularitas pemain diaspora, menurutnya, kerap melonjak tajam setelah membela timnas. Namun, sorotan tersebut tak membuatnya larut. Jonathans menegaskan bahwa fokus utamanya tetap berada di atas lapangan, bukan pada jumlah pengikut media sosial atau perhatian publik semata. Pintu Timnas Tetap Terbuka Menatap ke depan, Jonathans tetap membuka peluang untuk kembali mengenakan seragam Garuda. Ajang FIFA Series pada Maret mendatang menjadi salah satu target realistis yang ada di benaknya. “Saya tidak tahu apakah itu akan memengaruhi keputusan pelatih tentang apakah saya akan masuk tim atau tidak,” ujarnya. “Namun saya tidak memikirkan itu sekarang. Saya hanya ingin mendapatkan waktu bermain di Excelsior dan mengembangkan diri sebaik mungkin. Saya pikir itu yang terpenting saat ini,” tegas Jonathans. Dengan pendekatan yang tenang dan fokus pada proses, Jonathans menunjukkan bahwa ambisi besar tak selalu harus dikejar dengan tergesa-gesa. Baginya, membangun fondasi kuat di level klub adalah langkah terbaik sebelum kembali melangkah bersama timnas Indonesia.

Miliano Jonathans memilih bersikap realistis. Di tengah sorotan publik usai debutnya di Eredivisie, pemain muda Excelsior itu menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukan memburu panggilan timnas Indonesia, melainkan memantapkan karier di level klub dan mengamankan menit bermain reguler.

Jonathans baru saja mencatatkan penampilan perdananya bersama Excelsior saat menghadapi Telstar dalam lanjutan Eredivisie Belanda pada 18 Januari 2026. Laga tersebut berakhir imbang 2-2, namun menjadi momen penting bagi Jonathans—sebuah langkah awal untuk bersaing di kompetisi tertinggi sepak bola Belanda.

Alih-alih langsung membicarakan peluang kembali ke skuad Garuda, Jonathans memilih menahan ambisi jangka pendeknya. Baginya, konsistensi bermain di klub adalah fondasi utama untuk berkembang sebagai pemain profesional.

“Saya benar-benar ingin kembali ke skuad. Selalu menjadi kehormatan membela negara saya,” ujar Jonathans.
“Namun sekarang saya tidak memikirkan itu. Fokus saya hanya mendapatkan waktu bermain di Excelsior dan berkembang sebaik mungkin,” imbuhnya.

Fokus Klub, Bukan Sekadar Panggilan Timnas

Jonathans meyakini bahwa menit bermain di kompetisi Eropa memiliki peran besar dalam mematangkan kualitas permainan. Karena itu, ia belum menjadikan panggilan ke timnas senior Indonesia—yang kini ditangani John Herdman—sebagai prioritas utama.

Pendekatan ini mencerminkan sikap dewasa seorang pemain muda yang memahami bahwa perkembangan jangka panjang lebih penting dibanding euforia sesaat. Baginya, tampil konsisten di Eredivisie adalah jalan terbaik untuk meningkatkan level permainan sekaligus memperbesar peluang di masa depan.

Rekam Jejak Bersama Timnas Tetap Terjaga

Meski fokusnya kini tertuju pada Excelsior, hubungan Jonathans dengan timnas Indonesia tetap terjaga dengan baik. Sejak resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Agustus 2025, ia telah mencatatkan empat caps bersama timnas senior.

Debutnya terjadi dalam laga uji coba melawan China Taipei di era Patrick Kluivert. Setelah itu, Jonathans dipercaya tampil sebagai starter saat menghadapi Lebanon, serta turun bermain di kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak.

Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain diaspora yang masuk radar timnas Indonesia.

Popularitas Meningkat, Fokus Tetap di Lapangan

Jonathans juga merasakan langsung besarnya antusiasme publik Indonesia. Ia mengakui dukungan suporter Tanah Air sangat masif dan berbeda dibanding atmosfer sepak bola di Belanda. Popularitas pemain diaspora, menurutnya, kerap melonjak tajam setelah membela timnas.

Namun, sorotan tersebut tak membuatnya larut. Jonathans menegaskan bahwa fokus utamanya tetap berada di atas lapangan, bukan pada jumlah pengikut media sosial atau perhatian publik semata.

Pintu Timnas Tetap Terbuka

Menatap ke depan, Jonathans tetap membuka peluang untuk kembali mengenakan seragam Garuda. Ajang FIFA Series pada Maret mendatang menjadi salah satu target realistis yang ada di benaknya.

“Saya tidak tahu apakah itu akan memengaruhi keputusan pelatih tentang apakah saya akan masuk tim atau tidak,” ujarnya.
“Namun saya tidak memikirkan itu sekarang. Saya hanya ingin mendapatkan waktu bermain di Excelsior dan mengembangkan diri sebaik mungkin. Saya pikir itu yang terpenting saat ini,” tegas Jonathans.

Dengan pendekatan yang tenang dan fokus pada proses, Jonathans menunjukkan bahwa ambisi besar tak selalu harus dikejar dengan tergesa-gesa. Baginya, membangun fondasi kuat di level klub adalah langkah terbaik sebelum kembali melangkah bersama timnas Indonesia.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *