Beranda / SEPAK BOLA INDONESIA / Head of Analyst Persija Gabung Timnas Era John Herdman

Head of Analyst Persija Gabung Timnas Era John Herdman

Persija Kehilangan Head of Analyst di Tengah Musim Persija Jakarta dipastikan kehilangan salah satu figur penting dalam jajaran staf kepelatihan di tengah bergulirnya BRI Super League 2025/26. Head of Analyst Macan Kemayoran, Dzikry Lazuardi, resmi berpamitan dari klub ibu kota untuk mengambil peran baru bersama Timnas Indonesia. Dzikry menyampaikan langsung perpisahannya kepada para pemain dan ofisial Persija. Dalam momen tersebut, ia mengonfirmasi bahwa keputusannya meninggalkan tim diambil karena adanya panggilan untuk bergabung dengan skuad nasional. Sebelumnya, Dzikry mulai menjadi bagian dari Persija sejak Juni 2024. Selama periode tersebut, ia dipercaya menangani analisis tim hingga pertengahan musim ini, sebelum akhirnya direkrut ke lingkungan Timnas Indonesia. “Semuanya, terima kasih untuk kerja samanya selama ini. Saya juga sebenarnya tidak ada kepikiran untuk keluar dari Persija di tengah musim,” ujar Dzikry, dikutip dari kanal YouTube resmi Persija. Keinginan Awal: Menyelesaikan Musim Bersama Persija Dzikry mengungkapkan bahwa keinginannya sejak awal adalah menuntaskan musim bersama Persija. Ia berharap bisa terus berjuang bersama tim hingga kompetisi berakhir. “Saya ingin mengakhiri musim ini di Persija, bekerja bersama, menang bersama, dan ya kita selalu bersama-sama. Tapi memang ya di sepak bola ada perpisahan,” kata Dzikry. Namun, dinamika sepak bola profesional membawa situasi yang berbeda. Kesempatan bergabung dengan Timnas Indonesia membuatnya harus mengambil keputusan penting di tengah musim. Dalam struktur kepelatihan Timnas Indonesia, Dzikry akan bertugas sebagai analis dan bekerja langsung dalam tim staf pelatih yang dipimpin oleh John Herdman. “Saya mendapat kesempatan menjadi analis di Timnas Indonesia. Tapi saya juga tetap membantu Persija dari jauh,” tambahnya. Dukungan untuk Persija Tetap Berlanjut Meski tak lagi berada di lingkungan staf kepelatihan Persija, Dzikry menegaskan bahwa dukungannya terhadap Macan Kemayoran tidak akan pernah berhenti. Ia menyebut Persija sebagai keluarga dan berharap klub dapat meraih target yang telah ditetapkan musim ini. “Saya juga meminta maaf kalau ada kesalahan-kesalahan. Saya merasa punya keluarga di sini. Dan semoga Persija sukses dan mendapatkan target musim ini,” pungkasnya. Kepergian Dzikry Lazuardi menjadi kehilangan bagi Persija, namun sekaligus membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya di level sepak bola nasional.

Persija Kehilangan Head of Analyst di Tengah Musim

Persija Jakarta dipastikan kehilangan salah satu figur penting dalam jajaran staf kepelatihan di tengah bergulirnya BRI Super League 2025/26. Head of Analyst Macan Kemayoran, Dzikry Lazuardi, resmi berpamitan dari klub ibu kota untuk mengambil peran baru bersama Timnas Indonesia.

Dzikry menyampaikan langsung perpisahannya kepada para pemain dan ofisial Persija. Dalam momen tersebut, ia mengonfirmasi bahwa keputusannya meninggalkan tim diambil karena adanya panggilan untuk bergabung dengan skuad nasional.

Sebelumnya, Dzikry mulai menjadi bagian dari Persija sejak Juni 2024. Selama periode tersebut, ia dipercaya menangani analisis tim hingga pertengahan musim ini, sebelum akhirnya direkrut ke lingkungan Timnas Indonesia.

“Semuanya, terima kasih untuk kerja samanya selama ini. Saya juga sebenarnya tidak ada kepikiran untuk keluar dari Persija di tengah musim,” ujar Dzikry, dikutip dari kanal YouTube resmi Persija.

Keinginan Awal: Menyelesaikan Musim Bersama Persija

Dzikry mengungkapkan bahwa keinginannya sejak awal adalah menuntaskan musim bersama Persija. Ia berharap bisa terus berjuang bersama tim hingga kompetisi berakhir.

“Saya ingin mengakhiri musim ini di Persija, bekerja bersama, menang bersama, dan ya kita selalu bersama-sama. Tapi memang ya di sepak bola ada perpisahan,” kata Dzikry.

Namun, dinamika sepak bola profesional membawa situasi yang berbeda. Kesempatan bergabung dengan Timnas Indonesia membuatnya harus mengambil keputusan penting di tengah musim.

Dalam struktur kepelatihan Timnas Indonesia, Dzikry akan bertugas sebagai analis dan bekerja langsung dalam tim staf pelatih yang dipimpin oleh John Herdman.

“Saya mendapat kesempatan menjadi analis di Timnas Indonesia. Tapi saya juga tetap membantu Persija dari jauh,” tambahnya.

Dukungan untuk Persija Tetap Berlanjut

Meski tak lagi berada di lingkungan staf kepelatihan Persija, Dzikry menegaskan bahwa dukungannya terhadap Macan Kemayoran tidak akan pernah berhenti. Ia menyebut Persija sebagai keluarga dan berharap klub dapat meraih target yang telah ditetapkan musim ini.

“Saya juga meminta maaf kalau ada kesalahan-kesalahan. Saya merasa punya keluarga di sini. Dan semoga Persija sukses dan mendapatkan target musim ini,” pungkasnya.

Kepergian Dzikry Lazuardi menjadi kehilangan bagi Persija, namun sekaligus membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya di level sepak bola nasional.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *