Lewati ke konten
Hot News

Jadwal Siaran Langsung PSIM vs Persebaya Hari Ini

Jonathans Prioritaskan Menit Bermain di Eredivisie

Saksikan Persija vs Madura, Herdman Kagum The Jakmania

Peluang Pemain Persib di Timnas Era John Herdman

Miliano Jonathans Fokus Excelsior, Belum Pikirkan Timnas

Jejak Amar Brkic, Eks Timnas U-17 Bersinar di Jerman

NextMatchID - Situs Berita Bola & Live Score Indonesia

Semua tentang sepak bola: berita, hasil, transfer, dan analisis pertandingan.

Menu
Minggu, Januari 25, 2026

bolawilliamjitu@gmail.com

Penulis Berita Sepak Bola & Analyst Pertandingan – NextMatchID

NextMatchID • Real-time Football Updates ⚽ Event | News | Analysis | Highlights

Manchester United dipastikan tampil pincang saat menghadapi Newcastle United pada laga Boxing Day. Pelatih kepala Setan Merah, Ruben Amorim, mengonfirmasi bahwa Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo masih belum pulih dari cedera dan tidak akan diturunkan. Ketiadaan dua gelandang inti tersebut menjadi tantangan besar bagi United, terutama di tengah jadwal padat Premier League akhir tahun. Kronologi Cedera Bruno Fernandes Bruno Fernandes mengalami cedera saat Manchester United kalah dari Aston Villa akhir pekan lalu. Gelandang asal Portugal itu sempat memaksakan diri bermain hingga turun minum, namun akhirnya ditarik keluar dan tidak kembali ke lapangan pada babak kedua. Dua gol Morgan Rogers memastikan kemenangan Villa sekaligus memperburuk situasi United yang kehilangan kapten dan motor permainan mereka. Kondisi Kobbie Mainoo Lebih Menjanjikan Sementara itu, Kobbie Mainoo mengalami cedera saat sesi latihan sehari sebelum laga melawan Aston Villa. Meski absen kontra Newcastle, Amorim menyebut proses pemulihan Mainoo berjalan lebih cepat dibanding Fernandes. “Tidak untuk pertandingan melawan Newcastle. Mereka sedang dalam masa pemulihan. Saya rasa Kobbie akan kembali lebih cepat daripada Bruno,” ujar Amorim. Peluang Tampil di Derby Manchester Masih Tanda Tanya Manchester United dijadwalkan menghadapi Manchester City pada 17 Januari mendatang. Namun, Amorim enggan memastikan apakah Bruno Fernandes bisa pulih tepat waktu untuk laga krusial tersebut. “Saya tidak ingin menyebutkan tanggal. Saya punya gambaran, tapi kita lihat saja nanti,” kata Amorim. Dampak Besar Absennya Bruno Fernandes Absennya Fernandes menjadi pukulan telak bagi United. Sejak bergabung dari Sporting CP pada Januari 2020, pemain berusia 31 tahun itu hampir selalu menjadi andalan. Statistik menunjukkan Fernandes hanya absen sembilan kali dari 221 laga liga bersama United. Musim ini, kontribusinya juga sangat vital dengan catatan lima gol dan tujuh assist sebelum cedera. Kehilangan sang kapten jelas berpotensi mengganggu kreativitas dan keseimbangan lini tengah Setan Merah. Masalah United Bertambah, Pemain Kunci Absen Situasi semakin rumit karena Amorim juga kehilangan beberapa pemain lain: Bryan Mbeumo Noussair Mazraoui Amad Diallo Ketiganya tengah memperkuat negara masing-masing di ajang Piala Afrika. Kondisi ini memaksa Amorim memutar otak dalam meramu strategi. Angin Segar: Casemiro dan Opsi Lain Di tengah badai cedera, United mendapat kabar positif dengan kembalinya Casemiro. Gelandang Brasil itu absen melawan Villa akibat akumulasi kartu, namun sudah siap tampil pada Boxing Day. Selain itu, Manuel Ugarte berpeluang kembali dipercaya setelah tampil sebagai starter di laga sebelumnya. Lisandro Martinez juga menjadi opsi alternatif, mengingat ia sempat dimainkan sebagai gelandang. Amorim bahkan membuka peluang besar bagi Jack Fletcher, gelandang muda yang baru saja mencatatkan debut Premier League. “Kami punya pemain lain dan mungkin perlu mencoba cara bermain yang berbeda. Jack Fletcher melakukan pekerjaan yang sangat baik. Ini momen untuk memberi ruang kepada pemain muda,” ujar Amorim. Jadwal Padat Jadi Ujian Berat Amorim Manchester United masih harus menghadapi jadwal padat dalam waktu dekat. Selain Newcastle, mereka akan: Menjamu Wolves Bertandang ke markas Leeds Melawan Burnley Menjamu Brighton di Piala FA (11 Januari) Sementara itu, Harry Maguire dan Matthijs de Ligt juga belum bisa dimainkan karena masih dalam proses pemulihan cedera. Absennya Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo membuat Manchester United berada dalam situasi sulit jelang laga kontra Newcastle. Dengan jadwal padat dan banyak pemain kunci absen, laga Boxing Day akan menjadi ujian nyata bagi Ruben Amorim dalam menjaga stabilitas dan daya saing Setan Merah.
  • berita bola
  • MANCHESTER UNITED
  • NEWCASTLE
  • NEWCASTLE UNITED
  • SEPAK BOLA INDONESIA

Bruno dan Mainoo Absen, MU Cari Solusi Lawan Newcastle

Manchester United dipastikan tampil pincang saat menghadapi Newcastle United pada laga Boxing Day. Pelatih kepala Setan Merah, Ruben Amorim, mengonfirmasi bahwa Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo masih...

bolawilliamjitu@gmail.com
Desember 25, 2025
Read More
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, memastikan pengumuman pelatih baru Timnas Indonesia akan segera dilakukan. Ia menyebut bahwa keputusan resmi nantinya akan diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. "Saya rasa dalam waktu dekat pasti diumumkan. Kalau sudah resmi, nanti Pak Ketum yang menyampaikan," ujar Arya, dikutip dari Youtube Liputan6. Skema Kontrak: Dua Tahun Plus Opsi Perpanjangan Arya menjelaskan bahwa kontrak yang disiapkan PSSI berdurasi dua tahun, dengan opsi perpanjangan dua tahun lagi. "Dua tahun plus dua tahun. Ini kan dua tahun, sesuai masa jabatan kita, mungkin lebih enam bulan, kayak kemarin Shin Tae-yong juga lebih dari enam bulan," tambahnya. Tidak Ingin Tinggalkan Beban untuk Pengurus Berikutnya Kontrak ini disusun agar tidak ada beban yang tertinggal untuk kepengurusan PSSI berikutnya. "Siapa pun yang memimpin federasi selanjutnya, kita enggak mau ada beban. Pengalaman kita sebelumnya banyak kejutan yang membebani," jelas Arya. Pelatih Senior dan Tim U-23 Sekaligus Selain menangani Timnas Indonesia senior, pelatih baru juga berpotensi memimpin tim kelompok usia, salah satunya Timnas U-23. Hal ini dimaksudkan agar ada kesinambungan pengembangan pemain muda. John Herdman Kandidat Utama Nama John Herdman, pelatih asal Inggris yang berhasil membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, terus muncul sebagai kandidat terkuat. Herdman kemungkinan besar akan membawa asistennya sendiri, sambil tetap melibatkan asisten lokal agar strategi pelatihan lebih nyambung dengan kondisi Indonesia. "Mudah-mudahan ada asisten lokal juga sehingga bisa lebih nyambung," tutup Arya.
  • berita bola
  • SEPAK BOLA INDONESIA
  • TIMNAS INDONESIA

John Herdman Rangkap Tangani Timnas Senior dan U-23

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, memastikan pengumuman pelatih baru Timnas Indonesia akan segera dilakukan. Ia menyebut bahwa keputusan resmi nantinya akan diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSSI, ...

bolawilliamjitu@gmail.com
Desember 24, 2025
Read More
Pembalap Aruba.it Racing Ducati WorldSBK, Nicolo Bulega, menyimpan ambisi besar untuk melangkah ke MotoGP pada musim 2027 bersama salah satu tim Ducati. Ia menilai tahun tersebut sebagai momen paling ideal untuk naik kelas ke ajang balap motor paling bergengsi di dunia. MotoGP sendiri akan memasuki era baru pada 2027 dengan perubahan regulasi besar. Kapasitas mesin akan diturunkan dari 1000cc menjadi 850cc, sementara pemasok ban tunggal akan beralih dari Michelin ke Pirelli. Perubahan ini menjadi alasan Ducati merekrut Bulega sebagai test rider MotoGP. Runner-up WorldSBK dua kali itu akan bertugas menguji motor 850cc Ducati sepanjang musim 2026, sekaligus membantu pengembangan motor jelang era baru MotoGP. Kembangkan Desmosedici dan Panigale Sekaligus Dalam wawancaranya dengan Motosprint pada Jumat (19/12/2025), Bulega mengakui bahwa perannya musim depan akan sangat menantang. Selain fokus sebagai penguji motor MotoGP, ia juga harus memantau performa Ducati Panigale V4 R terbaru yang akan digunakannya secara penuh di WorldSBK 2026. “Tahun depan saya akan menjadi penguji motor 850cc di MotoGP, dan saya akan tahu apakah saya menyukainya atau tidak. Saya pasti akan sangat sibuk. Panigale terbaru juga membutuhkan banyak usaha dari saya dan Ducati,” ujar Bulega. Yakin MotoGP 2027 Bakal Mirip WorldSBK Ducati menilai pengalaman panjang Bulega menggunakan ban Pirelli di WorldSBK akan menjadi aset berharga saat MotoGP beralih ke pemasok ban yang sama. Faktor inilah yang membuat pembalap yang akrab disapa ‘Bubi’ semakin yakin dengan rencananya pindah ke MotoGP. “Pada 2027, saya ingin pindah ke MotoGP, terutama karena perubahan regulasi dan penggunaan ban Pirelli yang sudah biasa saya gunakan di Superbike. Akan ada banyak hal yang terasa lebih mirip WorldSBK,” pungkasnya.
  • balap motor
  • MOTOGP

Nicolo Bulega Incar MotoGP 2027 Bareng Ducati

Perombakan MotoGP 2027: Mesin Lebih Kecil, Tantangan Lebih Besar:Dua kali runner-up WorldSBK, Nicolo Bulega, menatap MotoGP 2027 sebagai panggung berikutnya untuk membuktikan dirinya. Dengan regulasi ...

bolawilliamjitu@gmail.com
Desember 23, 2025
Read More
Kilatan masa depan Liverpool muncul dan hilang dalam hitungan detik di London Utara. Trio rekrutan anyar bernilai sekitar 300 juta pounds memecah pertahanan Tottenham, sebelum cedera Alexander Isak meredam euforia yang baru menyala. Liverpool akhirnya menang dalam laga yang kacau dan penuh kartu merah. Namun kemenangan itu datang dengan harga mahal: Isak kembali bermasalah dengan kebugaran. Di sisi lain, Tottenham menutup malam dengan sembilan pemain setelah dua kartu merah, sekaligus menelan kekalahan kandang ke-11 mereka di liga sepanjang 2025. Kilatan Trio Mewah Liverpool yang Terhenti Segalanya dimulai dari kesalahan fatal lini belakang Tottenham. Umpan ceroboh Cristian Romero dimanfaatkan Liverpool dalam tempo kilat, tak sampai enam detik. Hugo Ekitike mengirim bola ke Florian Wirtz, yang menemukan ruang sempurna. Hanya dengan satu sentuhan, Wirtz membaca pergerakan Alexander Isak. Umpan terobosan dilepas dan Isak menuntaskannya dengan sepakan pertama yang klinis. Inilah gambaran yang diharapkan Liverpool saat memecahkan rekor transfer klub untuk mendatangkan Isak dari Newcastle senilai 125 juta pounds. Sayangnya, momen gemilang itu tertutup secepat terbuka. Saat mencoba memblok, Micky van de Ven menabrak Isak. Wajah sang penyerang menunjukkan kekhawatiran instan, dan perayaan gol Liverpool pun terpotong. Isak sempat melanjutkan laga, tetapi akhirnya tertatih keluar 10 menit kemudian karena cedera pergelangan kaki. Ekitike Menjawab, Frank Menggugat Liverpool tetap menggandakan keunggulan melalui Ekitike. Sundulan kerasnya menjadi gol kedua, meski memicu protes keras dari kubu tuan rumah. Romero menerima kartu kuning pertama setelah memprotes keputusan wasit. Ekitike menegaskan posisinya. “Ini bagian dari permainan. Dia bek, saya penyerang. Saya menilai umpan silang itu lebih baik daripada dia,” katanya. Namun, pelatih Tottenham Thomas Frank tidak sependapat. Ia menilai dorongan Ekitike terhadap Romero sebagai kesalahan besar wasit. “Saya pikir ada dua tangan jelas tersembunyi di punggung. Saya tidak mengerti keputusannya,” ujar Frank. Gol ini menjadi gol kelima Ekitike dalam tiga laga Premier League terakhir, sekaligus penentu kemenangan Liverpool. Kartu Merah, Amarah, dan Tottenham yang Kehilangan Arah Tottenham sebenarnya tampil menjanjikan sebelum segalanya berubah. Mereka kehilangan Xavi Simons di babak pertama setelah tekel dengan studs terangkat mengenai betis Virgil van Dijk. Di stadion, tekel itu tampak tak terlalu keras. Namun tayangan ulang membuat kartu merah terasa tak terelakkan. Wasit John Brooks memastikannya setelah melihat monitor pinggir lapangan, keputusan yang disambut kemarahan suporter tuan rumah. Keadaan memburuk ketika Romero mendapat kartu merah kedua setelah menendang Ibrahima Konate, membuat Spurs harus bermain dengan sembilan pemain. Slot: Progres Ada, Kontrol Masih Kurang Meski unggul jumlah pemain, Liverpool gagal menutup laga dengan tenang. Richarlison sempat memperkecil ketertinggalan, memicu tekanan akhir dari Spurs. Bahkan dengan sembilan pemain, Tottenham masih memaksa Alisson melakukan penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang Pedro Porro. Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengakui timnya belum sempurna. “Rasanya seperti kami yang bermain dengan sembilan pemain. Serangan demi serangan datang,” kata Slot. Slot juga menyoroti pemborosan penguasaan bola dan kegagalan memanfaatkan keunggulan numerik. Namun, ia melihat tanda-tanda progres, termasuk assist Premier League perdana Wirtz. “Ini belum sempurna, tetapi tim terus membaik,” tutupnya.
  • berita bola
  • SEPAK BOLA INDONESIA

Liverpool Menang Dramatis, Trio 300 Juta Pounds Bersinar!

Kilatan masa depan Liverpool muncul dan hilang dalam hitungan detik di London Utara. Trio rekrutan anyar bernilai sekitar 300 juta pounds memecah pertahanan Tottenham, sebelum cedera Alexander Isak me...

bolawilliamjitu@gmail.com
Desember 22, 2025
Read More
Sorotan tertuju kepada Enzo Maresca saat Chelsea bertandang ke markas Newcastle United di St. James’ Park. Isu ketertarikan Manchester City yang mencuat di tengah pekan membuat laga ini menjadi perhatian, di luar hasil pertandingan. Di tengah spekulasi tersebut, Maresca tetap menunjukkan fokus penuh kepada Chelsea. Sepanjang pertandingan, ia aktif memberi instruksi dari pinggir lapangan dan terlibat secara emosional dalam dinamika laga. Chelsea menutup pertandingan dengan hasil imbang 2-2, setelah sempat tertinggal dua gol di babak pertama. Hasil tersebut menjadi konteks penting, tidak hanya dari sisi perolehan poin, tetapi juga respons tim dalam situasi tertekan. Isu Masa Depan Maresca Mengiringi Laga Sepekan sebelumnya, Maresca sempat melontarkan pernyataan yang memicu spekulasi usai kemenangan 2-0 atas Everton. Ia menyebut 48 jam sebelum laga tersebut sebagai periode terburuk selama 18 bulan menangani Chelsea, tanpa menjelaskan penyebabnya secara rinci. Situasi semakin berkembang setelah laporan The Athletic menyebut nama Maresca masuk dalam daftar kandidat Manchester City jika Pep Guardiola meninggalkan klub pada musim panas mendatang. Meski demikian, Maresca menegaskan dalam konferensi pers bahwa dirinya akan tetap melatih Chelsea pada musim depan. Chelsea Kesulitan di Babak Pertama Chelsea tampil di bawah performa terbaik pada babak pertama. Intensitas permainan rendah dan koordinasi bertahan yang kurang solid membuat mereka kebobolan dua gol melalui penyelesaian Nick Woltemade. Sejumlah pemain menunjukkan ekspresi frustrasi di lapangan, termasuk kiper Robert Sanchez, sementara Cole Palmer terlihat meninggalkan lapangan tanpa ekspresi jelas. Situasi tersebut mencerminkan kurangnya kontrol permainan Chelsea sebelum jeda. Masalah Tandang Bukan Isu Baru Penampilan buruk Chelsea pada babak pertama bukanlah hal baru, khususnya saat bermain tandang musim ini. Sebelumnya, mereka juga tertinggal 0-2 dari Leeds United di Elland Road pada awal Desember, jauh sebelum isu masa depan Maresca mencuat. Situasi serupa juga terjadi saat menghadapi Burnley dan Nottingham Forest, meski dalam laga-laga tersebut Chelsea tidak kebobolan sebanyak dua gol. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan performa tandang lebih berkaitan dengan kesiapan tim, bukan semata isu seputar pelatih. Respons Positif Chelsea di Babak Kedua Chelsea menunjukkan peningkatan performa setelah jeda. Mereka tampil lebih agresif dan mampu memperkecil ketertinggalan melalui tendangan bebas Reece James pada awal babak kedua. Pergantian Malo Gusto dengan Enzo Fernandez turut memberi dampak, terutama dalam meningkatkan kontrol permainan di lini tengah. Gol penyeimbang kemudian dicetak oleh Joao Pedro, yang memastikan Chelsea membawa pulang satu poin dari markas Newcastle. Maresca Tegaskan Fokus pada Chelsea Selepas pertandingan, Maresca menegaskan bahwa fokusnya tetap bersama Chelsea. Ia menyebut hasil melawan Newcastle sebagai bagian dari rangkaian performa positif tim dalam sepekan terakhir. “Kami menang melawan Everton dan Cardiff, lalu bermain imbang di laga tandang melawan Newcastle. Masih ada hal yang harus diperbaiki, tetapi kami berada di jalur yang tepat,” ujar Maresca. Maresca juga mengonfirmasi bahwa kartu kuning yang diterimanya membuat ia tidak bisa mendampingi tim saat menghadapi Aston Villa pada pekan berikutnya.
  • berita bola
  • SEPAK BOLA INDONESIA

Chelsea Bangkit Lawan Newcastle, Bukti Loyalitas Maresca

Sorotan tertuju kepada Enzo Maresca saat Chelsea bertandang ke markas Newcastle United di St. James’ Park. Isu ketertarikan Manchester City yang mencuat di tengah pekan membuat laga ini menjadi perhat...

bolawilliamjitu@gmail.com
Desember 22, 2025
Read More
Liverpool membawa pulang tiga poin krusial setelah menaklukkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1 pada pekan ke-17 Liga Inggris 2025/2026. Duel panas yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (21/12/2025), menyajikan tensi tinggi dan drama sejak menit awal. The Reds harus menghadapi tekanan tuan rumah di fase awal pertandingan. Namun, momentum berubah ketika Tottenham kehilangan satu pemain di babak pertama, situasi yang kemudian mampu dimaksimalkan Liverpool untuk mengontrol permainan. Nama Alexander Isak sempat menjadi sorotan setelah mencetak gol pembuka Liverpool di babak kedua. Sayangnya, momen penting tersebut justru dibayangi kekhawatiran besar dari kubu Merseyside. Kemenangan Liverpool akhirnya dikunci lewat gol Hugo Ekitike, meski Tottenham sempat memperkecil ketertinggalan. Namun, selepas laga, perhatian publik justru tertuju pada kondisi fisik Alexander Isak yang harus ditarik keluar lapangan. Slot Belum Bisa Pastikan Kondisi Alexander Isak Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengakui kemenangan di markas Tottenham terasa tidak sepenuhnya sempurna. Cedera Alexander Isak menjadi catatan penting di balik hasil positif tersebut. Isak terlihat mengalami masalah fisik sesaat setelah mencetak gol pada menit ke-56. Penyerang asal Swedia itu tampak kesakitan dan akhirnya harus meninggalkan lapangan dengan bantuan tim medis. Slot menegaskan bahwa waktu yang terlalu singkat usai pertandingan membuatnya belum bisa memastikan tingkat keparahan cedera sang striker. Evaluasi menyeluruh baru akan dilakukan setelah pemeriksaan lanjutan. Berbicara kepada BBC, Slot mengatakan: "Terlalu singkat setelah pertandingan untuk membicarakannya, tetapi tidak pernah baik ketika seorang pemain harus keluar lapangan." Alasan Slot Tarik Frimpong dan Update Conor Bradley Selain membahas kondisi Isak, Slot juga menjelaskan keputusannya menarik Jeremie Frimpong di tengah laga. Pergantian tersebut dilakukan demi menjaga stabilitas dan keseimbangan tim. Menurut Slot, tempo pertandingan yang semakin keras membuat risiko cedera dan kartu meningkat. Ia tidak ingin Liverpool berada dalam situasi berbahaya dengan kehilangan pemain tambahan. Sementara itu, Conor Bradley juga masih berada dalam pemantauan tim medis. Meski demikian, Slot tetap optimistis karena jadwal pertandingan berikutnya memberi waktu pemulihan yang cukup. "Saya menarik Frimpong keluar karena saya tidak ingin bermain dengan 10 pemain, jadi cedera itu tidak masalah," jelas Slot. Ia menambahkan, "Dua pemain lainnya (Isak dan Conor Bradley) kita harus menunggu dan melihat. Hal baiknya adalah kita masih punya waktu seminggu lagi, jadi semoga kita memiliki cukup pemain yang tersedia untuk bermain minggu depan."
  • berita bola
  • SEPAK BOLA INDONESIA

Liverpool Menang, Bayang-Bayang Isak Hantui The Reds

Liverpool membawa pulang tiga poin krusial setelah menaklukkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1 pada pekan ke-17 Liga Inggris 2025/2026. Duel panas yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, Ming...

bolawilliamjitu@gmail.com
Desember 21, 2025
Read More
Juventus menerima suntikan tenaga besar jelang big match krusial melawan AS Roma di lanjutan Serie A. Pelatih Luciano Spalletti memastikan kembalinya satu nama yang sempat lama menghilang dari skuad utama, yakni Arkadiusz Milik. Striker asal Polandia itu akhirnya kembali setelah absen lebih dari 18 bulan akibat cedera serius. Kehadirannya menjadi angin segar bagi Juventus yang tengah mengalami krisis penyerang murni. Situasi tersebut semakin mendesak setelah Dusan Vlahovic harus menepi karena cedera. Alhasil, kembalinya Milik menjadi solusi penting bagi lini depan Si Nyonya Tua. Spalletti pun tak ragu memasukkan Milik ke dalam skuad Juventus vs AS Roma akhir pekan ini. Laga tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa kelam sang striker setelah penantian panjang. Akhir Penantian 550 Hari Arkadiusz Milik Arkadiusz Milik terakhir kali tampil berseragam Juventus pada laga penutup musim 2023/2024. Sejak saat itu, cedera ligamen lutut memaksanya menepi total dari lapangan hijau. Sebanyak 550 hari Milik habiskan dalam proses pemulihan. Kini, ia siap kembali merumput saat Juventus menjamu Roma dalam duel penting perebutan tiket Liga Champions. Pertandingan ini sangat krusial mengingat posisi kedua tim di papan klasemen. Juventus yang berada di posisi kelima membutuhkan kemenangan untuk memangkas jarak dari Roma. Kabar bahagia tersebut dikonfirmasi langsung oleh Spalletti dalam konferensi pers jelang laga. “Milik akan dipanggil besok (lawan Roma),” ujar Spalletti. Semangat Milik Kembali Membara Kembalinya Milik bukan sekadar menambah jumlah pemain di bangku cadangan. Dalam beberapa sesi latihan terakhir, striker berusia 31 tahun itu terlihat sangat antusias dan penuh semangat. Spalletti bahkan menyamakan gairah bermain Milik dengan pemain muda yang baru menjalani debut. Kondisi fisik dan mentalnya dinilai telah siap untuk menghadapi laga dengan intensitas tinggi. Sang pelatih mengaku terkesan dengan energi positif yang dibawa Milik ke dalam skuad. “Saya melihatnya tampak bahagia seperti anak muda yang mendapat kesempatan memainkan pertandingan pertamanya,” puji Spalletti. Solusi Darurat Absennya Dusan Vlahovic Kembalinya Milik datang di waktu yang sangat tepat bagi Juventus. Absennya Dusan Vlahovic akibat cedera adduktor membuat opsi lini depan Bianconeri sangat terbatas. Dengan karakteristik fisik yang kuat serta pengalaman di level tertinggi, Milik diharapkan mampu menjadi solusi instan menghadapi pertahanan solid AS Roma. Spalletti menilai pengalaman dan pemahaman peran Milik akan sangat membantu tim. Ia pun tidak ragu langsung melibatkannya dalam skuad. “Dia memiliki antusiasme tinggi dan sangat memahami perannya,” jelas Spalletti. “Karakteristik fisik dan teknisnya sangat baik, sehingga dia akan ikut bersama kami,” tambahnya. Kini, harapan publik Turin tertuju pada Arkadiusz Milik. Para pendukung Juventus berharap kembalinya sang striker bisa langsung memberi dampak positif di Allianz Stadium. Kemenangan atas Roma akan menjadi kado comeback sempurna setelah penantian selama 550 hari.
  • berita bola
  • SEPAK BOLA INDONESIA

Juventus vs Roma: Milik Siap Kembali Setelah 550 Hari

Juventus menerima suntikan tenaga besar jelang big match krusial melawan AS Roma di lanjutan Serie A. Pelatih Luciano Spalletti memastikan kembalinya satu nama yang sempat lama menghilang dari skuad u...

bolawilliamjitu@gmail.com
Desember 20, 2025
Read More
Timnas Indonesia selama ini diisi oleh para pemain profesional yang berkiprah di berbagai level kompetisi. Namun, profesionalisme semata dinilai belum cukup untuk menjamin daya saing tinggi di pentas internasional. Pandangan tersebut disampaikan oleh Dali Tahir, mantan pengurus PSSI sekaligus anggota Komite Eksekutif (Exco) FIFA selama dua periode. Menurutnya, kualitas teknis pemain harus berjalan beriringan dengan karakter kebangsaan yang kuat. Ia menegaskan bahwa tim nasional bukan sekadar kumpulan pemain terbaik, melainkan juga cerminan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Profesionalisme dan Batasannya “Pemain profesional diukur dari skill mereka. Pemain yang memiliki kualitas bagus tentu memiliki nilai pasar yang tinggi,” ujar Dali Tahir, yang juga pernah bertugas di Komite Etika FIFA. Ia menambahkan, tim nasional yang dihuni banyak pemain bernilai tinggi umumnya lebih siap untuk bersaing. Meski demikian, profesionalisme menurutnya tetap memiliki batas. “Dalam sejarah Piala Dunia, kejutan sering terjadi,” kata Dali. Sebagai contoh, ia menyinggung kemenangan Korea Selatan atas Jerman pada Piala Dunia 2018 di Rusia, serta keberhasilan Arab Saudi menumbangkan Argentina di Piala Dunia 2022 Qatar. “Kejutan-kejutan itu kerap dilakukan oleh negara-negara Asia dan Afrika,” ujarnya. Menurut Dali, keterbatasan kualitas dapat ditutup dengan semangat kebangsaan dan mental bertanding yang kuat. Patriotisme sebagai Kunci Kekuatan Tim Dali Tahir menilai Timnas Indonesia dapat meniru semangat tersebut untuk meningkatkan daya saing di level internasional. Ia berpendapat, jika Indonesia ingin memiliki tim nasional yang benar-benar kuat, maka skuadnya harus diperkuat oleh pemain yang memiliki ikatan kebangsaan yang kuat. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan usia dini yang tidak hanya fokus pada teknik, tetapi juga pembentukan karakter. Dalam hal ini, peran federasi dan pemerintah dinilai sangat krusial untuk membangun fondasi jangka panjang. Polemik Naturalisasi Pemain Di sisi lain, Dali Tahir mengaku tidak sepakat dengan program naturalisasi yang dilakukan secara masif dalam tiga tahun terakhir. Pandangan tersebut didasari oleh pengalamannya berdialog dengan keluarga yang menetap di Belanda. “Istri saya memiliki keluarga yang tinggal dan menjadi warga negara Belanda,” tuturnya. Dari percakapan tersebut, ia melihat kuatnya jaminan sosial dan kenyamanan hidup di negara tersebut. Berdasarkan pengalaman itu, Dali menarik kesimpulan pribadinya terkait pemain diaspora. Ia mengaku meragukan tingkat patriotisme dan nasionalisme pemain naturalisasi yang membela Timnas Indonesia. Menurutnya, para pemain tersebut memang tampil sebagai profesional, namun belum tentu memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan Indonesia. Keraguan itu semakin besar jika pemain naturalisasi tidak berasal dari level elite Eropa. “Kalau pemain naturalisasi bukan dari grade A atau B, jangan harap Timnas Indonesia bisa berbicara banyak di level dunia,” pungkasnya. Ia menegaskan, pemain dengan kualitas kelas atas umumnya telah lebih dulu diamankan oleh tim nasional negara asalnya.
  • berita bola
  • SEPAK BOLA INDONESIA
  • Uncategorized

Patriotisme Jadi Kunci Prestasi Timnas Indonesia

Timnas Indonesia selama ini diisi oleh para pemain profesional yang berkiprah di berbagai level kompetisi. Namun, profesionalisme semata dinilai belum cukup untuk menjamin daya saing tinggi di pentas ...

bolawilliamjitu@gmail.com
Desember 19, 2025
Read More
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Endri Erawan, membenarkan bahwa federasi telah melakukan wawancara terhadap kandidat pelatih baru Timnas Indonesia. Ia memastikan, sosok pelatih tersebut akan diperkenalkan ke publik paling lambat Januari 2026. Dalam proses wawancara tersebut, Endri didampingi oleh sesama Anggota Exco, Muhammad. Turut hadir pula Penasihat Teknis Timnas Indonesia, Jordi Cruyff, serta Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Alexander Zwiers. Laporan Sudah Disampaikan ke Erick Thohir Endri menjelaskan bahwa seluruh hasil wawancara telah dilaporkan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Namun, proses pengumuman masih menunggu karena Erick saat ini tengah fokus pada SEA Games 2025 di Thailand, mengingat perannya juga sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). “Semua sudah saya laporkan ke Ketua Umum. Namun, sekarang Pak Ketum sedang sibuk di SEA Games. Jadi, kami harus memakluminya. Biarkan Pak Ketum fokus dulu di SEA Games,” ujar Endri dalam konferensi pers di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (16/12). Ia menambahkan, setelah agenda SEA Games selesai, PSSI berencana menggelar rapat Exco bersama Ketua Umum untuk membahas langkah selanjutnya. “Insyaallah, bulan ini atau paling lambat bulan depan, sudah ada nama yang bisa diumumkan oleh federasi,” tambahnya. Nama-Nama Besar Mulai Dikaitkan Seiring proses seleksi berjalan, sejumlah nama pelatih kelas dunia mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Indonesia. Beberapa di antaranya adalah mantan pelatih Timnas Kanada, John Herdman, legenda Timnas Belanda sekaligus asisten pelatih Liverpool, Giovanni van Bronckhorst, serta mantan pelatih Ajax, John Heitinga. Tak Jauh dari Rumor yang Beredar Meski demikian, Endri menegaskan bahwa PSSI tidak bisa mengungkapkan secara terbuka nama-nama pelatih yang telah diwawancarai. Hal ini dilakukan demi menjaga privasi dan profesionalisme para kandidat. “Saya tidak punya hak menyebutkan nama karena ini mempertimbangkan privasi. Mereka belum menjadi pelatih Timnas Indonesia dan masih banyak yang mengincar,” jelas Endri. Namun, ia memberi sinyal bahwa sosok yang diwawancarai tidak jauh berbeda dari rumor yang ramai di media. “Ini permintaan dari pelatih yang telah diinterview. Tapi intinya, apa yang disampaikan di media tidak terlalu jauh dengan yang saya interview,” lanjutnya. Target Besar: Piala Dunia 2030 Lebih lanjut, Endri menegaskan bahwa PSSI tidak ingin sembarangan dalam memilih pelatih. Proyek jangka panjang menjadi syarat mutlak, dengan target utama membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. “Target kami tidak main-main. Kami ingin berusaha lolos ke Piala Dunia 2030. Karena itu, kami mencari pelatih yang kompeten, punya rekam jejak bagus, dan yang terpenting well prepared,” tegasnya. PSSI, kata Endri, ingin menghindari kesalahan masa lalu dan memastikan pelatih yang dipilih benar-benar memiliki komitmen penuh untuk sepak bola Indonesia. “Kami tidak ingin beli kucing dalam karung. Kami ingin pelatih terbaik yang betul-betul hatinya untuk Indonesia,” tutup Endri.
  • berita bola
  • SEPAK BOLA INDONESIA

Pelatih Baru Timnas Indonesia Resmi Diumumkan Januari 2026

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Endri Erawan, membenarkan bahwa federasi telah melakukan wawancara terhadap kandidat pelatih baru Timnas Indonesia. Ia memastikan, sosok pelatih tersebut akan dip...

bolawilliamjitu@gmail.com
Desember 17, 2025
Read More
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyampaikan pesan penyemangat kepada skuad Garuda usai gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Meski sudah tidak lagi menangani tim nasional, pelatih asal Korea Selatan tersebut mengaku masih mengikuti perkembangan Timnas Indonesia dengan penuh perhatian. Langkah Timnas Indonesia terhenti pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Saat itu, skuad Garuda harus mengakui keunggulan Arab Saudi dan Irak, dua tim kuat asal Asia Barat, sehingga gagal melangkah lebih jauh. Tetap Memantau Perjalanan Timnas Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa ia masih rutin menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia, khususnya di ajang kualifikasi Piala Dunia. Namun, ia mengaku tidak sempat mengikuti penampilan Timnas Indonesia di SEA Games 2025 karena keterbatasan waktu. “Pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 semuanya saya tonton. Kalau SEA Games 2025 tidak ada waktu, jadi tidak bisa menonton. Jadi selain Timnas senior, saya tidak mengikuti,” ujar Shin Tae-yong di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (14/12/2025) malam WIB. Pesan dan Harapan Shin Tae-yong Shin Tae-yong tidak menutupi rasa sedihnya atas kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Ia merasa memiliki keterikatan emosional karena turut membangun fondasi tim tersebut selama masa kepelatihannya. Pelatih yang juga pernah menangani Timnas Korea Selatan itu menilai PSSI dan seluruh pihak terkait perlu bekerja lebih keras agar peluang lolos ke Piala Dunia dapat terwujud di masa mendatang. “Saya sangat sedih. Waktu itu saya membentuk tim ini dengan harapan bisa lolos ke Piala Dunia. Jujur, saya dan Pak Erick sudah berusaha keras untuk meloloskan Timnas ke Piala Dunia. Sayang sekali mungkin belum ada keberuntungan, jadi ke depan kita harus bekerja lebih keras lagi,” tegasnya. Pemecatan dari Timnas Indonesia Sebagai informasi, PSSI resmi memutuskan kerja sama dengan Shin Tae-yong pada Januari 2025. Keputusan tersebut sempat memicu berbagai reaksi dari publik dan pengamat sepak bola Tanah Air. Setelah kepergian Shin, PSSI menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, bersama jajaran tim kepelatihan asal Belanda. Namun, kebersamaan tersebut juga tidak berlangsung lama. Kluivert hanya bertahan sekitar 10 bulan sebelum akhirnya kembali dilepas oleh PSSI.
  • berita bola

Pesan Shin Tae-yong Usai Timnas Gagal ke Piala Dunia 2026

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyampaikan pesan penyemangat kepada skuad Garuda usai gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Meski sudah tidak lagi menangani tim nasional, p...

bolawilliamjitu@gmail.com
Desember 16, 2025
Read More
12345
Copyright © 2026 NextMatchID - Situs Berita Bola & Live Score Indonesia | Powered by Majalah Berita X