Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kembali mengungkapkan isi hatinya tentang peran besar yang kini ia emban bersama Skuad Garuda. Pria asal Inggris tersebut tak menampik bahwa tanggung jawab yang berada di pundaknya terasa begitu berat, namun di saat yang sama justru menjadi tantangan paling bermakna dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Herdman mengaku sangat terkesan dengan gairah luar biasa masyarakat Indonesia terhadap sepak bola nasional. Baginya, menangani tim dari negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah kehormatan sekaligus ujian kepemimpinan. Antusiasme, harapan, dan kecintaan publik terhadap Garuda menjadi energi yang terus ia rasakan sejak hari pertama.
“Ada sekitar 280 juta orang yang hidup dalam semangat petualangan ini. Itu adalah tanggung jawab yang sangat besar,” ujar Herdman, dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia.
Menurutnya, sepak bola Indonesia bukan hanya tentang hasil di lapangan, tetapi juga tentang proses pertumbuhan manusia di dalamnya. Ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan para pemain, staf, dan seluruh elemen yang terus berkembang menuju level berikutnya.
“Saya senang melihat orang-orang bertumbuh, berkembang sebagai pembelajar, sebagai guru, dan siap melangkah ke tahap yang lebih tinggi,” tambahnya.
Pentingnya Proses Transisi dan Identitas Baru
Lebih lanjut, Herdman menekankan bahwa Timnas Indonesia saat ini sedang berada dalam fase transisi penting. Proses ini, menurutnya, bukan sesuatu yang instan, melainkan perjalanan panjang untuk membangun identitas baru yang kuat dan berkelanjutan.
Ia memiliki ambisi untuk meninggalkan warisan positif, bukan hanya berupa prestasi, tetapi fondasi kokoh yang dapat menopang masa depan sepak bola Indonesia dalam jangka panjang.
“Saya berharap warisan saya nanti adalah membantu proses ini berjalan dengan benar. Ini adalah Garuda yang baru,” tegasnya penuh keyakinan.
Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut juga mengenang pengalaman emosionalnya saat pertama kali benar-benar menyelami atmosfer sepak bola Indonesia. Momen itu datang ketika ia mendengar Indonesia Raya berkumandang, sebuah pengalaman yang membangkitkan campuran perasaan haru, bangga, dan tanggung jawab besar.
“Rasanya seperti sebuah kaleidoskop emosi. Pagi itu, ketika saya mendengarkan lagu kebangsaan, saya langsung merasakan bahwa ini adalah tanggung jawab yang luar biasa besar,” ungkap Herdman.
Rindu Akan Kesuksesan
Herdman menyadari sepenuhnya bahwa masyarakat Indonesia telah terlalu lama merindukan kejayaan di panggung sepak bola dunia. Kerinduan itu ia rasakan lewat berbagai tayangan, video, dan ekspresi militansi suporter Garuda yang selalu setia mendukung tim nasional dalam kondisi apa pun.
“Ada 280 juta orang yang, menurut saya, pantas berada di level tertinggi sepak bola dunia. Mereka sangat menginginkannya, dan Anda bisa merasakan hal itu di setiap video yang saya tonton,” tuturnya.
Bagi Herdman, gelombang emosi dan harapan tersebut justru mempertegas makna perannya sebagai pemimpin. Ia mengaku baru kali ini benar-benar merasakan bobot tanggung jawab sebesar ini, namun ia siap menghadapinya.
“Bagi saya, semua emosi itu terasa untuk pertama kalinya sebagai sebuah tanggung jawab besar. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi negara ini. Dan sebagai pemimpin, saya siap memikul beban itu,” pungkasnya.




