Lewati ke konten
Hot News

Jadwal Siaran Langsung PSIM vs Persebaya Hari Ini

Jonathans Prioritaskan Menit Bermain di Eredivisie

Saksikan Persija vs Madura, Herdman Kagum The Jakmania

Peluang Pemain Persib di Timnas Era John Herdman

Miliano Jonathans Fokus Excelsior, Belum Pikirkan Timnas

Jejak Amar Brkic, Eks Timnas U-17 Bersinar di Jerman

NextMatchID - Situs Berita Bola & Live Score Indonesia

Semua tentang sepak bola: berita, hasil, transfer, dan analisis pertandingan.

Menu
Minggu, Januari 25, 2026

  • berita bola

Jadwal Siaran Langsung PSIM vs Persebaya Hari Ini

Laga sarat gengsi akan tersaji saat PSIM Yogyakarta menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-18 BRI Super League, Minggu 25 Januari 2026, di Stadion Sultan Agung. Pertandingan ini diprediksi berlangsung panas, mengingat posisi kedua tim yang saling b...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 25, 2026
  • SEPAK BOLA INDONESIA

Jonathans Prioritaskan Menit Bermain di Eredivisie

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 25, 2026
  • TIMNAS INDONESIA

Saksikan Persija vs Madura, Herdman Kagum The Jakmania

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 24, 2026
  • TIMNAS INDONESIA

Peluang Pemain Persib di Timnas Era John Herdman

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 23, 2026
Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, akhirnya mencatatkan momen spesial dalam karier Eropanya. Untuk pertama kalinya di Eredivisie, pemain Fortuna Sittard itu menorehkan namanya di papan skor dan gol tersebut datang di saat paling krusial. Bertandang ke markas Go Ahead Eagles di Stadion De Adelaarshorst, Minggu (11/1/2026), Fortuna Sittard nyaris pulang tanpa poin. Namun di detik-detik akhir laga, Hubner tampil sebagai pahlawan. Golnya pada menit ke-93 memastikan laga berakhir imbang 2-2, sekaligus menyelamatkan tim dari kekalahan. Menariknya, gol itu seolah sudah diramalkan sendiri oleh Hubner. Bek berusia 22 tahun tersebut mengaku memiliki firasat kuat sebelum laga dimulai. Ia bahkan sempat mengirim pesan kepada kekasihnya, Jennifer Coppen, yang saat ini berada di Indonesia. “Sebelum pertandingan, saya mengirim pesan kepada tunangan saya, yang sekarang sedang berada di Indonesia, bahwa saya akan mencetak gol,” ujar Hubner, dikutip dari media Belanda Limburger. “Dan sebenarnya saya hampir tidak pernah mengatakan hal seperti itu, karena saya jarang mencetak gol. Tapi entah kenapa, kali ini terasa berbeda. Seperti firasat,” tambahnya. Gol Manis di Tengah Tekanan Gol tersebut lahir dari skema serangan terakhir yang dieksekusi dengan sempurna. Berposisi sebagai bek kiri, Hubner nekat merangsek naik ke kotak penalti dan menyambut umpan lambung dengan tenang—mengirim bola ke gawang lawan dan membungkam stadion. Momen itu terasa semakin manis karena sepanjang pertandingan Hubner terus menjadi sasaran tekanan dan teriakan suporter tuan rumah. Alih-alih tertekan, ia justru menikmati momen pembalasan itu. “Mencetak gol di momen seperti itu terasa jauh lebih nikmat, apalagi karena penonton tuan rumah terus meneriakkan berbagai hal kepada saya sepanjang pertandingan,” ucapnya. “Apakah teriakan itu menyenangkan? Tidak, tentu saja tidak,” lanjut Hubner, sambil tersenyum. Pembuktian Seorang Justin Hubner Selama ini, Hubner kerap menjadi sorotan di Belanda. Gaya bermainnya yang agresif membuatnya identik dengan tekel keras serta koleksi kartu kuning dan merah. Tak sedikit yang menilai dirinya hanya mengandalkan fisik. Namun lewat gol ini, Hubner ingin mengubah narasi tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar bek keras, melainkan pemain dengan kemampuan teknis dan pemahaman permainan yang matang. “Eredivisie butuh pembiasaan, karena di Inggris kami bermain lebih keras. Di sini, mereka belum terbiasa dengan gaya tekel saya,” jelas Hubner. “Saya sering mendapat kritik dari orang-orang yang mengira saya hanya bisa menjatuhkan lawan. Tapi seperti yang bisa Anda lihat, saya juga bisa bermain sepak bola dan bertahan,” tegasnya. Gol di De Adelaarshorst bukan sekadar angka di papan skor. Itu adalah jawaban, pembuktian, dan mungkin titik balik Justin Hubner bek Timnas Indonesia yang perlahan menegaskan eksistensinya di sepak bola Eropa.
  • SEPAK BOLA INDONESIA

Justin Hubner Blak-blakan Usai Gol Perdana

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, akhirnya mencatatkan momen spesial dalam karier Eropanya. Untuk pertama kalinya di Eredivisie, pemain Fortuna Sittard itu menorehkan namanya di papan skor dan gol ...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 15, 2026
Read More
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, buka-bukaan soal target besar yang diberikan PSSI untuk dirinya. Mantan pelatih Timnas Kanada itu optimistis Timnas Indonesia bakal tampil kompetitif di Piala Asia 2027. Herdman baru saja diperkenalkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, dan langsung dihadapkan pada target ambisius: membawa Skuad Garuda setidaknya menembus babak delapan besar Piala Asia 2027. “Saya percaya Timnas Indonesia punya materi pemain yang sangat bagus untuk bersaing di level Asia,” ujar Herdman dalam konferensi pers pertamanya. Ia yakin pengalaman yang dimiliki tim saat ini bisa menjadi modal penting untuk tampil maksimal di turnamen nanti. Herdman menegaskan bahwa ia siap menjawab target PSSI. Menurutnya, kombinasi pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi memberikan peluang bagi Indonesia untuk tampil kompetitif. "Kami memiliki kesempatan untuk mendorong diri kami dan membuat sejarah dengan pencapaian kami. Itu sangat penting," kata Herdman. Pelatih asal Inggris ini juga menekankan pentingnya Piala Asia sebagai ajang pengalaman berharga bagi pemain Indonesia, terutama bagi mereka yang baru merasakan atmosfer kompetisi turnamen besar. "Beberapa pemain kami belum punya pengalaman bermain di turnamen besar, meski mereka sudah ikut Kualifikasi Piala Dunia. Bagi pemain diaspora dan naturalisasi yang baru, turnamen ini adalah kesempatan untuk merasakan format turnamen yang menuntut kemahiran dan disiplin. Ini pengalaman baru yang sangat menarik bagi mereka," jelas Herdman. Tak hanya itu, Herdman memberikan pesan tegas kepada para pemain: jangan minder bersaing di level Asia. Ia menilai Skuad Garuda memiliki komposisi tim yang berbakat dan seimbang, sehingga berpotensi melangkah jauh. "Kami harus berani bersaing di Piala Asia karena kami memiliki kelompok pemain yang sangat bertalenta. Dengan dukungan dan kepemimpinan yang tepat, kami bisa melakukannya," tambah Herdman. Herdman menutup dengan menekankan bahwa Piala Asia bukan sekadar turnamen, tapi petualangan berharga yang bisa menunjukkan posisi Indonesia di peta sepak bola Asia. "Ini akan jadi pengalaman menarik bagi para pemain. Yang terpenting, kami bisa melihat di mana posisi kami sekarang dan menentukan langkah berikutnya sebagai sebuah negara," pungkasnya. Selain target babak delapan besar di Piala Asia 2027, Herdman juga menyinggung soal proses persiapan Timnas Indonesia ke depannya. Ia berencana menggelar sejumlah TC (Training Camp) internasional untuk mengasah kemampuan pemain dan membiasakan mereka dengan atmosfer kompetisi besar. Herdman ingin pemain Indonesia tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga taktikal dan mental ketika menghadapi tim-tim papan atas Asia. “Kami ingin pemain merasakan tekanan kompetisi yang sesungguhnya, bukan hanya di lapangan latihan. Melalui TC dan laga uji coba internasional, kami bisa menilai kesiapan mereka dan memperkuat mental juara,” jelas Herdman. Herdman juga menyinggung soal pemain naturalisasi dan diaspora, yang ia nilai punya potensi besar untuk membawa warna baru dalam permainan Timnas Indonesia. Ia berencana mengintegrasikan mereka dengan pemain lokal, agar chemistry tim bisa terbentuk dengan cepat. Selain itu, Herdman menekankan pentingnya pengembangan pemain muda. Ia ingin memastikan regenerasi di Timnas Indonesia berjalan lancar, sehingga tim ini tidak hanya kompetitif untuk Piala Asia 2027, tapi juga siap menghadapi Piala Dunia U-20 dan kualifikasi Piala Dunia 2030. Tak kalah menarik, Herdman memberi peringatan kepada media dan suporter: meski target babak delapan besar cukup ambisius, proses menuju turnamen besar ini tetap membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan dukungan penuh dari semua pihak. Ia menekankan, kesuksesan tim adalah hasil kerja kolektif, bukan instan. “Saya percaya Indonesia punya potensi besar, tapi kita harus membangun fondasi yang kuat dulu. Turnamen besar bukan hanya soal hasil akhir, tapi juga soal perjalanan dan pembelajaran bagi semua pemain,” pungkas Herdman. Dengan visi ini, Herdman tampaknya ingin menjadikan Timnas Indonesia bukan sekadar tim yang ikut turnamen, tapi tim yang siap menunjukkan identitas dan kualitasnya di kancah Asia, sekaligus membangun fondasi jangka panjang untuk sepak bola nasional.
  • SEPAK BOLA INDONESIA

Target Piala Dunia 2030, Ini Alasan Kontrak 2+2 Herdman

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, akhirnya angkat bicara mengenai alasan di balik durasi kontrak John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. PSSI secara resmi mengikat Herdman dengan kontra...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 14, 2026
Read More
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, buka-bukaan soal target besar yang diberikan PSSI untuk dirinya. Mantan pelatih Timnas Kanada itu optimistis Timnas Indonesia bakal tampil kompetitif di Piala Asia 2027. Herdman baru saja diperkenalkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, dan langsung dihadapkan pada target ambisius: membawa Skuad Garuda setidaknya menembus babak delapan besar Piala Asia 2027. “Saya percaya Timnas Indonesia punya materi pemain yang sangat bagus untuk bersaing di level Asia,” ujar Herdman dalam konferensi pers pertamanya. Ia yakin pengalaman yang dimiliki tim saat ini bisa menjadi modal penting untuk tampil maksimal di turnamen nanti. Herdman menegaskan bahwa ia siap menjawab target PSSI. Menurutnya, kombinasi pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi memberikan peluang bagi Indonesia untuk tampil kompetitif. "Kami memiliki kesempatan untuk mendorong diri kami dan membuat sejarah dengan pencapaian kami. Itu sangat penting," kata Herdman. Pelatih asal Inggris ini juga menekankan pentingnya Piala Asia sebagai ajang pengalaman berharga bagi pemain Indonesia, terutama bagi mereka yang baru merasakan atmosfer kompetisi turnamen besar. "Beberapa pemain kami belum punya pengalaman bermain di turnamen besar, meski mereka sudah ikut Kualifikasi Piala Dunia. Bagi pemain diaspora dan naturalisasi yang baru, turnamen ini adalah kesempatan untuk merasakan format turnamen yang menuntut kemahiran dan disiplin. Ini pengalaman baru yang sangat menarik bagi mereka," jelas Herdman. Tak hanya itu, Herdman memberikan pesan tegas kepada para pemain: jangan minder bersaing di level Asia. Ia menilai Skuad Garuda memiliki komposisi tim yang berbakat dan seimbang, sehingga berpotensi melangkah jauh. "Kami harus berani bersaing di Piala Asia karena kami memiliki kelompok pemain yang sangat bertalenta. Dengan dukungan dan kepemimpinan yang tepat, kami bisa melakukannya," tambah Herdman. Herdman menutup dengan menekankan bahwa Piala Asia bukan sekadar turnamen, tapi petualangan berharga yang bisa menunjukkan posisi Indonesia di peta sepak bola Asia. "Ini akan jadi pengalaman menarik bagi para pemain. Yang terpenting, kami bisa melihat di mana posisi kami sekarang dan menentukan langkah berikutnya sebagai sebuah negara," pungkasnya. Selain target babak delapan besar di Piala Asia 2027, Herdman juga menyinggung soal proses persiapan Timnas Indonesia ke depannya. Ia berencana menggelar sejumlah TC (Training Camp) internasional untuk mengasah kemampuan pemain dan membiasakan mereka dengan atmosfer kompetisi besar. Herdman ingin pemain Indonesia tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga taktikal dan mental ketika menghadapi tim-tim papan atas Asia. “Kami ingin pemain merasakan tekanan kompetisi yang sesungguhnya, bukan hanya di lapangan latihan. Melalui TC dan laga uji coba internasional, kami bisa menilai kesiapan mereka dan memperkuat mental juara,” jelas Herdman. Herdman juga menyinggung soal pemain naturalisasi dan diaspora, yang ia nilai punya potensi besar untuk membawa warna baru dalam permainan Timnas Indonesia. Ia berencana mengintegrasikan mereka dengan pemain lokal, agar chemistry tim bisa terbentuk dengan cepat. Selain itu, Herdman menekankan pentingnya pengembangan pemain muda. Ia ingin memastikan regenerasi di Timnas Indonesia berjalan lancar, sehingga tim ini tidak hanya kompetitif untuk Piala Asia 2027, tapi juga siap menghadapi Piala Dunia U-20 dan kualifikasi Piala Dunia 2030. Tak kalah menarik, Herdman memberi peringatan kepada media dan suporter: meski target babak delapan besar cukup ambisius, proses menuju turnamen besar ini tetap membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan dukungan penuh dari semua pihak. Ia menekankan, kesuksesan tim adalah hasil kerja kolektif, bukan instan. “Saya percaya Indonesia punya potensi besar, tapi kita harus membangun fondasi yang kuat dulu. Turnamen besar bukan hanya soal hasil akhir, tapi juga soal perjalanan dan pembelajaran bagi semua pemain,” pungkas Herdman. Dengan visi ini, Herdman tampaknya ingin menjadikan Timnas Indonesia bukan sekadar tim yang ikut turnamen, tapi tim yang siap menunjukkan identitas dan kualitasnya di kancah Asia, sekaligus membangun fondasi jangka panjang untuk sepak bola nasional.
  • john herdman

John Herdman Optimistis Bawa Timnas ke 8 Besar Asia

Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, buka-bukaan soal target besar yang diberikan PSSI untuk dirinya. Mantan pelatih Timnas Kanada itu optimistis Timnas Indonesia bakal tampil kompetitif di Pi...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 13, 2026
Read More
Justin Hubner kembali menunjukkan mental baja di panggung Eredivisie. Bek Timnas Indonesia itu tampil sebagai pahlawan Fortuna Sittard dengan mencetak gol dramatis di masa injury time, sekaligus menyelamatkan timnya dari kekalahan saat menghadapi Go Ahead Eagles, Minggu (11/1/2026) malam WIB. Laga sarat tensi yang dijuluki “perang saudara” antara Justin Hubner dan Dean James berakhir imbang 2-2. Pertandingan panas ini digelar di markas Go Ahead Eagles, De Adelaarhorst, dan berlangsung sengit hingga detik terakhir. Momen penentu hadir pada menit ke-90+3. Saat kemenangan tuan rumah sudah di depan mata, Hubner muncul dan mencetak gol krusial yang membuyarkan euforia publik De Adelaarhorst. Duel Dua Bek Timnas Indonesia Pertandingan ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua pemain Timnas Indonesia. Justin Hubner dan Dean James sama-sama dipercaya turun sebagai starter di posisi bek kiri, mempertegas peran penting keduanya di klub masing-masing. Laga Panas Sejak Babak Pertama Fortuna Sittard lebih dulu mengejutkan tuan rumah lewat gol Kristoffer Peterson pada menit ke-36, memaksimalkan umpan matang dari Mohamed Ihattaren. Keunggulan tersebut sempat memberi harapan besar bagi tim tamu. Namun, Go Ahead Eagles merespons cepat. Mathis Suray menyamakan skor menjadi 1-1 tepat sebelum turun minum, menjaga asa tuan rumah tetap hidup. Drama Menit Akhir Ketegangan memuncak saat laga memasuki menit-menit krusial. Pada menit ke-86, Mathis Suray kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan, membawa Go Ahead Eagles berbalik unggul 2-1. Di sisi lain, Dean James tampil solid menjaga sektor kiri pertahanan Eagles. Ia bermain disiplin selama 74 menit sebelum akhirnya ditarik keluar oleh pelatih. Magis Hubner di Injury Time Ketika kemenangan Eagles tinggal menunggu peluit panjang, Fortuna Sittard menolak menyerah. Tekanan terus dilancarkan hingga momen emas datang di masa tambahan waktu. Justin Hubner menjadi aktor utama. Menyambut umpan silang akurat dari Alen Halilovic, Hubner melepaskan sontekan tajam di tiang dekat yang tak mampu dibendung kiper Jari De Busser. Gol di menit 90+3 itu memastikan Fortuna Sittard mencuri satu poin berharga. Klasemen Tetap Ketat Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim di klasemen Eredivisie tetap berdekatan. Go Ahead Eagles bertahan di peringkat ke-11, sementara Fortuna Sittard membuntuti di posisi ke-12. Satu hal yang pasti, Justin Hubner sekali lagi membuktikan dirinya sebagai pemain krusial di momen paling genting—sebuah sinyal kuat bahwa bek Timnas Indonesia ini terus berkembang di level tertinggi sepak bola Eropa. 🔥⚽
  • berita bola

Gol Dramatis Justin Hubner Selamatkan Go Ahead Eagles

Justin Hubner kembali menunjukkan mental baja di panggung Eredivisie. Bek Timnas Indonesia itu tampil sebagai pahlawan Fortuna Sittard dengan mencetak gol dramatis di masa injury time, sekaligus menye...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 12, 2026
Read More
Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya menginjakkan kaki di Jakarta setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (10/1/2026). Kehadiran Herdman menjadi penanda dimulainya era baru di skuad Garuda, dengan PSSI dijadwalkan akan memperkenalkannya secara resmi dalam beberapa hari ke depan. Menariknya, Herdman tidak datang sendirian. Ia membawa sosok kepercayaan untuk memperkuat struktur kepelatihan, khususnya di sektor fisik dan performa tim. Nama yang mencuat adalah Cesar Marius Philippe Meylan, figur berpengalaman dengan rekam jejak mentereng di level internasional. Cesar Meylan bukan nama sembarangan. Ia dikenal sebagai pelatih fisik dengan fondasi akademik yang sangat kuat di bidang sports science. Rekam pendidikannya mencatat gelar doktor (PhD) strength and conditioning dari Auckland University of Technology, menjadikannya salah satu pakar fisik sepak bola dengan latar ilmiah mendalam. Tak berhenti di situ, Meylan juga mengantongi gelar master of science bidang biomekanika dari Edith Cowan University serta master of art pendidikan jasmani dari Universite de Lausanne. Ia merupakan lulusan human kinetics dari University of British Columbia, yang memperkuat reputasinya sebagai spesialis performa atlet. Karier profesional Meylan dimulai pada 2010 saat menangani sepak bola putri di Selandia Baru. Perjalanannya kemudian berlanjut bersama Federasi Sepak Bola Kanada, tempat ia mengabdi hingga Oktober 2023 dan memainkan peran penting dalam pengembangan performa tim nasional. Selama bertahun-tahun di Kanada, Meylan dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari physical performance coach, director of health and athletic performance, hingga pemimpin staf kinerja fisik untuk timnas putra dan putri. Perannya turut mengantarkan Kanada tampil kompetitif di panggung besar seperti Piala Dunia dan Olimpiade. Di luar lapangan, Cesar Meylan juga dikenal sebagai akademisi produktif. Ia telah menulis lebih dari 30 publikasi ilmiah yang ditinjau oleh rekan sejawat, dengan fokus pada pengembangan atlet muda serta peningkatan performa fisik dalam sepak bola modern. Pengalaman panjang dan keilmuan mendalam tersebut membuat kehadiran Meylan dinilai sangat strategis untuk mendampingi Herdman dalam menyiapkan kondisi fisik pemain Timnas Indonesia. Pendekatan berbasis sains yang pernah sukses ia terapkan di Kanada diharapkan mampu membawa dampak serupa bagi skuad Garuda. Secara profesional, Meylan terbiasa menangani perencanaan program performa, pengujian fisik standar, manajemen beban latihan berbasis teknologi, hingga kolaborasi intensif dengan tim medis dalam proses rehabilitasi pemain. Kehadiran Cesar Meylan pun dipandang sebagai bagian penting dari struktur staf kepelatihan baru Timnas Indonesia, yang akan bersiap menghadapi tantangan ke depan, termasuk FIFA Series 2026 dan Piala AFF 2026.
  • SEPAK BOLA INDONESIA

Mengenal Cesar Meylan, Otak di Balik Strategi John Herdman

Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya menginjakkan kaki di Jakarta setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (10/1/2026). Kehadiran Herdman menjadi penand...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 11, 2026
Read More
Penunjukan John Herdman sebagai nakhoda anyar Timnas Indonesia menambah babak baru dalam sejarah panjang pelatih asing yang memimpin skuad Garuda. Ia menyusul dua nama besar sebelumnya, Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong, sosok dengan latar belakang, filosofi, serta capaian yang berbeda pada masanya masing-masing. Jika menilik rekam jejak sebelum menangani Timnas Indonesia, Herdman membawa catatan yang cukup impresif. Total 108 pertandingan telah ia jalani dengan raihan 54 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 41 kekalahan. Angka tersebut merepresentasikan tingkat kemenangan mendekati 50 persen, dengan rata-rata 1,62 poin per laga, sebuah statistik yang mencerminkan konsistensi di level internasional. Patrick Kluivert, sebelum berkiprah di Indonesia, memimpin 88 pertandingan di level klub dan tim nasional. Ia mencatatkan 40 kemenangan, 19 imbang, dan 29 kekalahan, dengan persentase kemenangan sekitar 46 persen. Angka ini menunjukkan performa yang kompetitif, meski belum sepenuhnya dominan. Sementara itu, Shin Tae-yong memiliki rekam jejak paling panjang. Total 361 pertandingan telah ia lalui sebelum datang ke Indonesia, menghasilkan 155 kemenangan, 85 hasil imbang, dan 121 kekalahan, atau sekitar 42 persen tingkat kemenangan. Volume pertandingan yang jauh lebih besar ini menjadi konteks penting, mengingat Shin lama berkiprah di sepak bola Korea Selatan, baik di level klub, tim nasional senior, maupun kelompok umur. Prestasi Dari sisi prestasi internasional, Herdman dikenal memiliki reputasi kuat. Namanya lekat dengan kesuksesan bersama Timnas Selandia Baru Putri, Timnas Kanada Putri, hingga Timnas Kanada Putra. Pencapaiannya meliputi partisipasi di Piala Dunia Putri, medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, serta momen bersejarah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian selama 36 tahun. Shin Tae-yong juga mengoleksi daftar prestasi yang panjang dan beragam. Ia pernah menjuarai Liga Champions Asia bersama Seongnam Ilhwa Chunma, membawa Timnas Korea Selatan U-23 menjadi runner-up Piala Asia U-23, menjuarai EAFF Championship 2017, hingga mengantar Timnas Indonesia menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 serta putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Di sisi lain, prestasi kepelatihan Kluivert relatif lebih terbatas. Gelar juara Beloften Eredivisie 2011/2012 bersama FC Twente U-21 menjadi pencapaian paling menonjol sebelum ia menukangi Timnas Indonesia. Saat menangani Garuda, Kluivert mencatatkan delapan pertandingan dengan hasil tiga kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan, serta gagal meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 dalam periode Januari hingga Oktober 2025. Reputasi Shin Tae-yong sendiri memimpin Timnas Indonesia dalam 57 pertandingan sepanjang Januari 2020 hingga Januari 2025, dengan catatan 26 kemenangan, 14 imbang, dan 17 kekalahan, sebuah fase yang menandai peningkatan level kompetitif Garuda di Asia. Secara reputasi global, John Herdman dikenal sebagai pelatih spesialis pembangunan tim nasional jangka panjang. Reputasinya diperkuat oleh berbagai penghargaan individu dan kolektif, serta pengakuan dari CONCACAF dan FIFA atas pendekatan struktural dan berkelanjutan yang ia terapkan. Shin Tae-yong dikenal luas sebagai pelatih dengan disiplin tinggi, berpengalaman di turnamen besar, dan piawai dalam pengembangan pemain muda. Sementara itu, Patrick Kluivert tetap membawa aura legenda sebagai mantan pemain kelas dunia, meski masih mencari konsistensi prestasi di level kepelatihan. Dengan latar belakang tersebut, Herdman datang ke Timnas Indonesia dengan persentase kemenangan tertinggi sebelum menukangi Garuda, reputasi internasional yang kuat, serta ekspektasi besar untuk menyamai atau bahkan melampaui—capaian yang telah dibangun pada era Shin Tae-yong.
  • berita bola
  • john herdman
  • PATRICK KLUIVERT
  • SEPAK BOLA INDONESIA
  • STY
  • TIMNAS INDONESIA

Siapa Paling Mentereng? Perbandingan Prestasi Herdman, Kluivert & STY

Penunjukan John Herdman sebagai nakhoda anyar Timnas Indonesia menambah babak baru dalam sejarah panjang pelatih asing yang memimpin skuad Garuda. Ia menyusul dua nama besar sebelumnya, Patrick Kluive...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 10, 2026
Read More
Barcelona membuka tahun dengan pernyataan keras di panggung Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana. Kemenangan telak 5-0 atas Athletic Club di Arab Saudi mengantar tim asuhan Hansi Flick ke partai final. Laga semifinal Barcelona vs Athletic Club ini berjalan timpang sejak awal hingga akhir. Barcelona tampil dominan, agresif, dan efisien, sekaligus memperlihatkan versi terbaik sepak bola yang ingin dibangun Flick. Skor 5-0 bukan hanya tiket ke final, tetapi juga catatan bersejarah. Selisih kemenangan Barcelona atas Athletic Bilbao itu menjadi margin terbesar yang pernah terjadi dalam satu pertandingan Piala Super Spanyol. Rekor Baru dan Panggung Sejarah Barcelona Kemenangan besar di laga Barcelona vs Athletic Club ini langsung tercatat dalam buku sejarah kompetisi. Belum pernah ada tim yang menang dengan margin lima gol di Piala Super Spanyol dalam satu laga. Rekor lain juga ikut terpecahkan lewat kontribusi individu para pemain. Untuk pertama kalinya sejak setidaknya musim 2010/2011, tiga pemain terlibat langsung dalam tiga gol di satu pertandingan Piala Super Spanyol. Fermin Lopez mencetak satu gol dan dua assist dalam laga ini. Raphinha menambah dua gol serta satu assist, sementara Roony Bardghji ikut mencetak gol dan dua assist. Produktivitas kolektif ini menegaskan betapa efektifnya struktur serangan tim Catalan. Empat pemain mampu mencatatkan nama di papan skor. Dominasi Total Barcelona di Babak Pertama Sejak menit awal laga Barcelona vs Athletic Club, permainan sudah mengarah ke satu sisi. Pedri dan Frenkie de Jong menguasai lini tengah, memberi fondasi kuat untuk serangan cepat dan langsung. Athletic kesulitan keluar dari tekanan dan nyaris tidak mampu merangkai serangan. Lini belakang mereka terlihat kewalahan menghadapi pergerakan tanpa bola yang agresif. Gol-gol hadir dari berbagai skema dan situasi. Penyelesaian Fermin setelah umpan silang Raphinha serta tembakan keras Raphinha ke atap gawang menjadi momen paling memikat. Kesalahan kiper Unai Simon yang berujung gol Roony memperburuk malam Athletic. Pada titik ini, kepercayaan diri tim Basque runtuh sepenuhnya. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 4-0. Skor itu terasa wajar mengingat jumlah peluang dan efektivitas penyelesaian peluang. Manajemen Laga dan Tiket Final Barcelona Dominasi berlanjut di awal babak kedua laga Barcelona vs Athletic Club. Raphinha mencetak gol keduanya melalui kemelut di kotak penalti untuk memastikan skor 5-0. Setelah gol tersebut, tempo pertandingan mulai menurun. Ernesto Valverde menarik sejumlah pemain inti, sementara Flick juga memberi menit istirahat bagi beberapa andalan. Masuknya pemain pelapis membuat intensitas Barcelona sedikit mengendur. Meski demikian, Athletic tetap gagal memanfaatkan beberapa peluang yang muncul. Peluang terbaik Athletic datang dari Unai Gomez dalam situasi satu lawan satu. Kesempatan itu terbuang dan menutup peluang kebangkitan. Peluit akhir menandai malam sempurna bagi tim Catalan. Barcelona kini menunggu lawan di final, antara Real Madrid atau Atletico Madrid, dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.
  • BARCELONA
  • berita bola
  • Fermin Lopez
  • Lamine Yamal

Dominasi Total! Barcelona Gilas Athletic Club 5-0 dan Cetak Sejarah Baru

Barcelona membuka tahun dengan pernyataan keras di panggung Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana. Kemenangan telak 5-0 atas Athletic Club di Arab Saudi mengantar tim asuhan Hansi Flick ke partai fi...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 8, 2026
Read More
Hansi Flick belum berani memberikan jaminan soal kembalinya Ronald Araujo ke jantung pertahanan Barcelona. Sang manajer masih menyimpan teka-teki besar jelang laga semifinal Piala Super Spanyol di Arab Saudi. Blaugrana dijadwalkan menghadapi Athletic Bilbao pada Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. Laga ini menjadi ujian krusial sebelum potensi El Clasico di partai puncak. Namun, fokus Hansi Flick justru terpecah pada kondisi fisik bek andalannya tersebut. Araujo baru saja kembali berlatih setelah absen selama tiga pekan karena urusan pribadi. Situasi ini memaksa Flick berpikir keras. Meski keinginan untuk memainkannya ada, realitas di lapangan latihan mungkin berkata lain. Misteri Kondisi Ronald Araujo Bek asal Uruguay itu tercatat sudah tidak merumput selama lebih dari sebulan. Kondisi fisiknya diyakini belum mencapai level 100 persen jelang laga krusial ini. Laporan terbaru menyebutkan Barcelona sebenarnya berencana mengistirahatkannya hingga turnamen usai. Namun, Flick enggan menutup pintu sepenuhnya dan masih menunggu perkembangan terakhir. "Kami akan melihatnya dalam latihan. Saya ingin berbicara dengannya. Kami belum memutuskan," ungkap Flick kepada awak media. "Jika dia siap, mungkin kami akan mengubah sesuatu. (Tapi) saat ini, dia tidak ada dalam rencana kami," tambahnya realistis. Alarm Bahaya Lini Belakang Keraguan Flick bukan tanpa alasan. Ia menuntut perbaikan signifikan di lini pertahanan usai kemenangan yang dinilainya "kurang pantas" saat melawan Espanyol di derbi Catalan. Kesalahan serupa haram terulang saat menghadapi Athletic Bilbao. Lawan kali ini memiliki opsi serangan yang jauh lebih mematikan dan variatif. "Kami bermain melawan tim-tim terbaik di Spanyol. Athletic memiliki banyak opsi serangan dan itu tidak akan mudah," tegas pelatih asal Jerman tersebut. "Jika kami melakukan kesalahan yang sama seperti di derbi, itu tidak akan mudah. Kami perlu bermain jauh lebih baik dalam bertahan. Terkadang kami kehilangan koneksi itu," lanjutnya memberi peringatan. Dilema Lini Depan: Torres atau Lewy? Selain pertahanan, Flick juga dihadapkan pada "masalah mewah" di lini serang. Ferran Torres dan Robert Lewandowski sama-sama menunjukkan kualitasnya di momen berbeda. Torres tampil sebagai starter di derbi meski performanya terbilang senyap. Sebaliknya, Lewandowski justru meledak dengan mencetak gol krusial meski baru masuk di 15 menit terakhir. "Di klub seperti Barca, ada dua pemain level atas di setiap posisi. Ferran telah bermain baik dan mencetak gol, tetapi begitu juga Robert," puji Flick. "Mereka berdua memiliki sikap yang baik dalam latihan dan ketika mereka berada di bangku cadangan. Lewy mencetak gol kedua dalam derbi. Itu yang ingin saya lihat. Semua orang harus memberikan yang terbaik untuk tim," imbuhnya. Teka-teki Jenderal Lapangan Tengah Sektor gelandang juga tak luput dari sorotan taktik Flick. Performa apik Eric Garcia menimbulkan pertanyaan soal posisi Frenkie de Jong dan Pedri. Flick menekankan bahwa kunci permainannya justru terletak pada peran "Nomor 10". Ia mencontohkan dampak positif yang diberikan Fermin Lopez di posisi tersebut. "Eric telah menunjukkan dia bisa bermain di banyak posisi. Frenkie telah bermain baik sebagai gelandang bertahan. Pedri cedera dan kami harus beradaptasi," analisis Flick. "Hal yang paling penting, dan kami melihatnya di derbi, adalah siapa yang bermain sebagai nomor 10. Dengan Fermin, itu sangat bagus. Itu yang kami butuhkan di posisi itu. Tingkat intensitas tinggi, lari dari dalam ke belakang," pungkasnya.
  • BARCELONA
  • berita bola
  • Robert Lewandowski
  • Ronald Araujo

Semifinal Piala Super Spanyol Menanti, Barcelona Cemas Araujo dan Andalkan Lewandowski

Hansi Flick belum berani memberikan jaminan soal kembalinya Ronald Araujo ke jantung pertahanan Barcelona. Sang manajer masih menyimpan teka-teki besar jelang laga semifinal Piala Super Spanyol di Ara...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 7, 2026
Read More
Manchester United resmi mengumumkan pemecatan Ruben Amorim dari jabatan pelatih kepala. Keputusan ini diambil setelah hubungan Amorim dengan manajemen klub memburuk dalam waktu singkat. Pelatih asal Portugal ini diangkat pada November 2024 menggantikan Erik ten Hag. Namun, sejumlah masalah internal membuat performanya di Old Trafford gagal memuaskan pihak klub. Puncaknya terjadi pada pertandingan terakhir melawan Leeds, di mana Amorim menyinggung manajemen klub secara terbuka. Red Devils pun akhirnya mengonfirmasi kepergian pelatih 37 tahun itu melalui pernyataan resmi. Darren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih sementara untuk menghadapi Burnley pada laga berikutnya. Klub menyampaikan terima kasih atas kontribusi Amorim dan berharap yang terbaik untuk masa depannya. Alasan Pemecatan Ruben Amorim Amorim sempat membawa MU ke final Liga Europa 2025 di Bilbao. Namun, prestasi itu tidak mampu menutupi catatan buruk klub di Premier League, yang berakhir di posisi 15 pada musim sebelumnya. Investasi besar dilakukan MU pada bursa transfer musim panas, termasuk kedatangan Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha dengan total biaya lebih dari 200 juta pounds. Meski demikian, tim tetap tampil inkonsisten di Liga Inggris musim ini. Dalam 20 laga Premier League terakhir, MU hanya mencatat delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan lima kekalahan. Rangkaian hasil buruk itu termasuk hanya satu kemenangan dari lima laga terakhir, yang memicu ketegangan antara Amorim dan manajemen. Amorim sempat mengkritik pihak klub, menegaskan bahwa ia ingin memimpin tim lebih dari sekadar pelatih biasa. Pernyataan itu menjadi faktor penentu yang membuat manajemen memutuskan perubahan di kursi pelatih. Pernyataan Lengkap Manchester United Manchester United merilis pernyataan resmi terkait pemecatan Ruben Amorim. Klub menegaskan bahwa waktu yang tepat untuk melakukan perubahan sudah tiba demi kepentingan tim. "Ruben Amorim telah meninggalkan jabatannya sebagai Pelatih Kepala Manchester United," bunyi pernyataan klub. "Ruben diangkat pada November 2024 dan berhasil membawa tim ke final Liga Europa di Bilbao pada bulan Mei. "Dengan Manchester United berada di peringkat keenam Premier League, manajemen klub dengan berat hati memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Langkah ini diharapkan memberikan tim peluang terbaik untuk meraih posisi tertinggi di Premier League. "Klub ingin menyampaikan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya. "Darren Fletcher akan memimpin tim menghadapi Burnley pada hari Rabu."
  • berita bola
  • MANCHESTER UNITED
  • Ruben Amorim

Tak Bertahan Lama, Ruben Amorim Lengser dari Jabatan Pelatih Manchester United

Manchester United resmi mengumumkan pemecatan Ruben Amorim dari jabatan pelatih kepala. Keputusan ini diambil setelah hubungan Amorim dengan manajemen klub memburuk dalam waktu singkat. Pelatih asal P...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 6, 2026
Read More
Real Madrid mengalahkan Real Betis dengan skor telak 5-1 pada pekan ke-19 La Liga 2025/2026. Duel ini berlangsung di Santiago Bernabeu, Minggu (4/1/2026) malam WIB, kick-off jam 22.15. Los Blancos tampil dominan dan memaksimalkan momentum sejak babak pertama. Gonzalo Garcia mencuri sorotan lewat hattrick, sementara gol tambahan dicetak Raul Asencio dan Fran Garcia, sedangkan Betis hanya mampu membalas lewat Cucho Hernandez. Kemenangan ini membuat Real Madrid tetap menempel ketat papan atas klasemen di posisi kedua dengan 45 poin. Real Betis harus puas tertahan di peringkat keenam dengan koleksi 28 poin. Babak Pertama Real Madrid langsung menekan sejak awal laga, dengan Vinicius Junior menjadi motor serangan dari sisi kiri. Beberapa kali Betis dipaksa bertahan dalam blok rendah untuk meredam agresivitas tuan rumah. Peluang berbahaya pertama datang pada menit ketujuh saat Vinicius terjatuh di kotak penalti, namun wasit menilai tidak ada pelanggaran. Tekanan berlanjut dan membuat lini belakang Betis bekerja ekstra keras. Kebuntuan pecah pada menit ke-20 melalui situasi bola mati. Rodrygo mengirimkan umpan bebas terukur ke tiang jauh, disambut sundulan Gonzalo Garcia yang mengarah ke sudut bawah gawang tanpa mampu dihalau Alvaro Valles. Setelah unggul, Madrid tetap mendominasi penguasaan bola, meski beberapa peluang dari Camavinga dan Tchouameni belum membuahkan hasil. Betis sesekali merespons lewat tembakan jarak jauh Nelson Deossa. Peluang terbaik Betis di babak pertama hadir menjelang turun minum melalui sundulan Cucho Hernandez. Namun, arah bola masih melebar dan tak cukup menguji Thibaut Courtois. Hingga tambahan waktu berakhir, Madrid mempertahankan keunggulan 1-0 dengan kontrol permainan yang relatif aman. Babak Kedua Madrid membuka babak kedua dengan tempo tinggi dan langsung menggandakan keunggulan pada menit ke-50. Federico Valverde mengirim umpan akurat yang dikontrol Gonzalo Garcia sebelum diselesaikan dengan tembakan keras ke pojok gawang. Tekanan tuan rumah berlanjut dan berbuah gol ketiga enam menit kemudian. Dari sepak pojok Rodrygo, Raul Asencio menyundul bola dengan sempurna ke sudut atas gawang Betis. Real Betis sempat bangkit dan memperkecil ketertinggalan pada menit ke-66. Cucho Hernandez memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang Madrid, melewati Courtois, lalu mencetak gol ke gawang kosong. Momentum Betis nyaris berlanjut ketika Rodrigo Riquelme dan Giovani Lo Celso sama-sama membentur tiang gawang. Namun, Madrid bertahan dengan disiplin dan kembali mengambil alih kendali. Pada menit ke-82, Gonzalo Garcia memastikan hattrick setelah menerima assist Arda Guler dan menyelesaikannya dengan sentuhan cerdas ke sudut gawang. Gol ini praktis mematikan perlawanan Betis. Pesta gol ditutup pada masa injury time ketika Fran Garcia menuntaskan umpan silang Valverde di tiang jauh. Skor 5-1 bertahan hingga laga usai, menandai malam sempurna bagi pasukan Xabi Alonso.
  • berita bola
  • Real Madrid
  • Xabi Alonso

Real Madrid Menggila, Gonzalo Garcia Antar Pesta Lima Gol di Bernabeu

Real Madrid mengalahkan Real Betis dengan skor telak 5-1 pada pekan ke-19 La Liga 2025/2026. Duel ini berlangsung di Santiago Bernabeu, Minggu (4/1/2026) malam WIB, kick-off jam 22.15. Los Blancos tam...

bolawilliamjitu@gmail.com
Januari 5, 2026
Read More
12345
Copyright © 2026 NextMatchID - Situs Berita Bola & Live Score Indonesia | Powered by Majalah Berita X